Proyek MRT Fase I Butuh Dana Tambahan Rp 2,56 Triliun

JAKARTA (IndependensI.com) – Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase I bakal berjalan lebih mulus karena dari sisi aspek pendanaan hampir tidak ada lagi masalah. Biaya tambahan proyek MRT Fase I sudah disetujui sebagaimana diajukan oleh PT MRT Jakarta.

Di bagian lain, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan akan merekomendasikan penambahan dana terkait pembangunan sarana transportasi MRT Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI). “Kami akan keluarkan rekomendasi mengenai penambahan dana untuk pembangunan MRT Fase I di ibu kota, seperti yang diajukan oleh PT MRT Jakarta,” kata Taufik di Jakarta, Senin (11/7/2017).

Menurut dia, besaran nilai tambahan dana yang diajukan oleh PT MRT Jakarta untuk pelaksanaan pembangunan MRT Fase I tersebut adalah sebesar Rp2,56 triliun.
“Jadi, yang diajukan oleh PT MRT Jakarta itu sebesar Rp2,56 triliun. Setelah kami lihat progress-nya (kemajuannya,red) di lapangan, sepertinya kami bisa keluarkan rekomendasi,” ujar Taufik.

Meskipun demikian, dia menuturkan rekomendasi penambahan dana itu akan diberikan apabila MRT Jakarta telah membuat kajian lengkap mengenai mekanisme penumpang MRT. “Kajian mengenai mekanisme penumpang MRT itu harus dibuat dengan jelas. Berapa banyak penumpang yang diangkut, berapa tarifnya, dan lain-lain. Jadi, kami dapat gambaran dan bisa menghitung subsidinya,” tutur Taufik.

PT MRT Jakarta sebelumnya telah memohon surat rekomendasi kepada DPRD DKI untuk penambahan dana pembangunan MRT Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) sebesar Rp2,56 triliun.

Dana pembangunan MRT Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) mendapatkan pinjaman dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) sebesar Rp14,178 triliun atau sebesar 123,36 juta Yen. Penambahan dana anggaran sebesar Rp2,56 triliun tersebut nantinya akan disampaikan kepada JICA selaku pemberi pinjaman dana.(kbn)