Panen padi di Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, telah berlangsung sejak akhir Desember 2017 hingga Selasa (2/1/2017). (Humas Kementerian Pertanian)

Mekanisasi Panen Padi di Suak Tapeh Banyuasin Lebih Efisien

BANYUASIN (Independensi.com) – Panen padi di Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, telah berlangsung sejak akhir Desember 2017 hingga Selasa (2/1/2018).

Berdasarkan laporan Korlap Kec. Suak Tapeh, Muchtaridi, lokasi panen berada di Gapoktan Suak Tapeh Jaya Desa Lubuk Lancang, dengan luas panen seluas 43 hektare (Ha) dari potensi panen seluas 876 Ha.

Sementara total luas sawah di Kecamatan Suak Tapeh seluas 1.068 Ha. Varietas yang dipanen adalah Ciliwung dengan rata-rata hasil panen mengunakan Combine Harvester cukup tinggi mencapai 5 ton/Ha GKP.

Demikian dalam keterangan pers kepada Independensi.com, Selasa.

Panen padi dengan menggunakan combine harvester lebih cepat dan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga kerja serta menekan kehilangan hasil.

Selain itu, Muchtaridi melaporkan bahwa pada musim panen ini keberadaan hama tikus mengancam sawah petani yang siap panen.

Ditambah lagi intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan sawah tergenang air cukup tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan petani berpacu dengan waktu untuk menentukan waktu panen yang tepat.

Bila air surut, kita langsung turunkan combine harvester untuk memanen padi. Kalau dilakukan secara konvensional sulit kita memanen dalam skala luas dengan waktu yang singkat. Dengan menggunakan combine havester panen sawah 1 Ha hanya membutuhkan waktu 5 jam.

Pada laporan tertulisnya, Prof. Dr. Risfaheri sebagai Penjab Upsus Banyuasin, mengatakan bahwa penerapan full mekanisasi di lahan pasang surut menjadi suatu keharusan mulai dari mengolah tanah, menanam sampai dengan panen.

Selain lahan yang dimiliki petani relatif luas 2-6 Ha per KK, tenaga kerja terbatas dan mahal disana. Perubahan cuaca dan kondisi pasang surut mengharuskan petani harus dapat mengantisipasinya, baik ketika mau menanam maupun pada saat panen.

Pada saat sawah tergenang dan pasang, kita tidak mungkin menurunkan alsintan ke sawah. Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan sarana prasarana alsintan yang cukup memadai, pembuatan tanggul dan perbaikan tata air di lahan pasang surut, sehinga kendala kendala tersebut dapat diatasi, ujarnya.