Penataan Kota Bandung Diapresiasi Media Internasional

BANDUNG (Independensi.com) – Perubahan di Kota Bandung, telah banyak diulas media di tingkat lokal maupun nasional. Berbagai perubahan yang terjadi di kota Bandung, sebagai produk gagasan dan realisasi ide Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, sudah sering diulas di berbagai media, di tingkat lokal maupun nasional

Namun yang menarik, beragam perubahan dalam penataan kota Bandung juga tertangkap radar dan diulas oleh media-media internasional. Setidaknya dua publikasi internasional telah membuat tulisan yang cukup komprehensif mengenai kota Bandung. pertama Majalah Monocle, edisi/Issue 85, volume 09 july/august 2015. Kedua dalam jurnal internasional Urban Solutions yang terbit pada 19 Januari 2019 lalu.

Dalam liputan ekslusif sepanjang lima halaman bertajuk “Better By Design”, Monocle mengulas berbagai terobosan Wali Kota Ridwan Kamil dalam menata kota yang mendasarkan pada pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya sebagai arsitek.

Menurut Monocle, Ridwan Kamil pada mulanya adalah seorang warga yang hanya bisa berdiri di luar sistem. Ini karena latar belakang profesi dan aktifitasnya sebagai arsitek dan pegiat kreatif. Setelah menjadi wali kota, Ia kemudian menggagas hadirnya banyak ruang publik dan penataan kota berbasis desain sebagai perangkat untuk menata Kota Bandung. Tujuannya adalah mengubah kerangka pikir, budaya dan kebiasaan warga.

Monocle tentu bukan majalah main-main. Majalah yang didirikan oleh Tyre Burel sejak tahun 2006 ini, menyajikan beragam isu di bidang fashion, travel, dan gaya hidup di seluruh dunia. Berlawanan dengan arus media cetak yang mengurangi tiras bahkan menutup operasi mereka karena merugi, Monocle tetap terbit dalam format cetak dan bahkan tidak merasa perlu berkampanye melalui media sosial.

Setelah Monocle, pengakuan serupa juga diberikan oleh jurnal dunia yang bermarkas di Singapura; Urban Solutions yang menilai kemajuan Bandung dan proyek kebahagian yang digarapanya, sebagai sebuah kajian utama bersanding dengan kota dunia lainnya, yang sukses melakukan penataan kota seperti Barcelona, Singapura, dan Kigali di Rwanda.

Di rubrik khusus bertajuk City Fokus, Bridgete See, mantan Pemimpin Redaksi Tuber Producion dan Konsultan Editor Urban Solutions membuat tulisan 8 halaman yang sangat inspiratif tentang kota Bandung.

Dalam artikel berjudul Falling In Love with Bandung, Again (Jatuh Cinta Lagi kepada Bandung,” Bridgete memuji upaya Wali Kota Ridwan Kamil membangun beragam terobosan kreatif dalam menata kota Bandung. Salah satu yang diulas adalah program sewa sepeda yang diberi nama “Boseh”. Bridget menulis, ini adalah Boseh yang berarti pedal, tapi merupakan singkatan dari Bike on The Stret, Everyone Happy (Bersepeda di jalan, semua orang Bahagia),

Bridget juga memotret upaya Ridwan Kamil menata kawasan Jalan Cihampelas, dengan membangun Teras Cihampelas, sebuah skywalk sepanjang 450 m, dan memindahkan para PKL yang semula berjualan di trotoar jalan ke atasnya. Saat ini di Teras Cihampelas, para wisatawan, warga dan pedagang kaki lima berbagi dalam sebuah ruang publik yang nyaman, dan lapang tanpa harus terganggu oleh riuh kendaraan di jalan Cihampelas.

Penulis juga memuji inisiatif Ridwan Kamil merevitalisasi Pasar Sarijadi, yang semula adalah pasar tradisional yang becek, kotor dan kumuh, menjadi pasar modern yang nyaman, dan mampu menarik kunjungan warga. Revitalisasi Pasar Sukajadi juga menjadi salah satu upaya meningkatkan skala para pedagang kecil di Kota Bandung, menjadi pengusaha UKM yang mumpuni.

Keberhasilan Kang Emil dalam membangun dan merevitalisasi taman-taman di Kota Bandung juga tak luput dari sorotan Urban Solutions. Taman-taman tematik yang dibangun berdasarkan interest warga, seperti Taman Film, Taman Musik, Taman Superhero, Taman Sejarah, adalah taman-taman yang kini menjadi destinasi warga, dan menarik warga untuk datang. Fasilitas wifi gratis yang tersedia di setiap taman, juga menjadi satu daya tarik tersendiri.

“Dengan menyediakan kemudahan akses kepada internet, kami mendorong warga untuk sering datang ke taman, bertemu dengan sesama warga, dan pada saat bersamaan terhubung dengan kawan-kawan mereka di dunia maya,” jelas kang Emil kepada Urban Solutions, Sabtu (27/1).

Dengan berbagai upaya ini, menurut Kang Emil, apa yang dilakukannya hanyalah sebentuk intervensi dalam skala kecil, namun dapat meningkatkan mood warga, menghubungkan warga dengan beragam ruang publik, serta meningkatkan indeks kebahagian warga.

Apresiasi yang diberikan dua media kaliber internasional tersebut, merupakan sebuah pengakuan bahwa pembangunan Kota Bandung, yang dikerjakan Ridwan Kamil, sudah sesuai dengan visi pembangunan yang berbasis kepentingan warga. Indeks kebahagian warga, yang mencapai 73,42% (warga Kota Bandung sangat bahagia) adalah buktinya.

Pengakuan media internasional ini, sekaligus mematahkan penilaian seorang ahli tata kota lokal, yang menyebut dalam sebuah wawancara di media online, bahwa Bandung mau berubah dengan bersolek, hanya saja terlalu menor. Bagi sang peneliti, perubahan di Kota Bandung boleh jadi terlalu menor. Namun, menurut Monocle dan Urban Solutions, Ridwan Kamil telah berbuat yang terbaik untuk kota Bandung yang dipimpinnya. (Putra)