Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Depok, EE Sulaeman

Distribusi Air Bersih PDAM Depok Baru 50 Persen Terlayani

DEPOK (Independensi.com) – Gangguan pelayanan PDAM Depok belum sepenuhnya teratasi. Dampak banjir yang menggenangi pompa air di instalasi pengolahan air PDAM Depok yang terjadi pada hari Senin (5/2/2018) lalu membuat produksi air bersih belum maksimal.

Hingga Selasa (6/2-2018) sore, baru 50 persen distribusi air bersih terlayani dari instalasi pengolahan air (IPA) Legong kepada pelanggan di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Sementara untuk Kecamatan Cilodong, Cimanggis dan Kecamatan Tapos yang jaraknya cukup jauh dari IPA Legong belum dapat mengalir ke konsumen.

 Instalasi Pengolahan PDAM Legong Depok

Terhentinya distribusi air bersih kepada konsumen, disebabkan kondisi pompa air PDAM Tirta Asasta Depok di Sungai Ciliwung terendam banjir sejak Senin (5/2-2018) siang. “Dari delapan pompa yang beroperasi, hingga saat ini baru empat pompa yang dapat dioperasikan,” ujar Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Depok, EE Sulaeman kepada Independensi.com, Selasa (6/2-2018) sore.

Sementara untuk IPA Citayam yang mengalirkan air bersih ke wilayah barat Depok, baru dapat beroperasi sekitar 80 persen. Sebagian wilayah Kecamatan Pancoranmas, Beji, Sawangan dan Kecamatan Cipayung sudah mulai mengalir.

Dikatakan, untuk jalur Jalan Margonda Raya, sebagian Kecamatan Beji dan Depok Lama – pompa air masih dalam tahap perbaikan. “Diharapkan pada Rabu (7/2-2018) siang, semua wilayah sudah normal kembali,” jelas Sulaeman.

Dia mengharapkan, curah hujan dari wilayah Bogor dan Kota Depok tidak lagi tinggi sehingga debit air di Sungai Ciliwung tidak lagi status siaga satu. Bila debit air masih besar, maka akan sulit mengatasi pompa air dari IPA Legong maupun IPA Citayam.

Seperti diketahui, sejak Senin (5/2-2018) siang, produksi air bersih dari PDAM Tirta Asasta Depok ke seluruh pelanggan di Kota Depok terhenti total. Pasalnya, wilayah Bogor dan Depok mengalami banjir besar, sehingga pompa air PDAM Tirta Asasta Depok di Sungai Ciliwung terendam banjir. (Robino Hutapea)