Warga pemilik tanah yang tergabung Paguyuban Warga Jatimulya pinggir tol demo pertanyakan pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung. (foto: jonder sihotang)

Warga Bekasi Pertanyakan Harga Appraisal Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

BEKASI (IndependensI.com)- Panguyuban  warga RW O6, 07, 08, 11 dan RW 15, Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,  mempertanyakan  PT Pilar Sinergi BUMB Indonesia (PT PSBI) dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi apa dasarnya menentukan harga appraisal atas tanah mereka.

Sebab sejak ada sosialisasi sejak tiga tahun lalu hingga saat ini 2018, belum pernah ada pertemuan pemilik tanah dengan tim membicarakan harga. Mestinya, dilakukan dulu pengumuman gambar final dan diumumkan di kantor kelurahan.

Setelah ada gambar final baru ada negosiasi untuk menentukan harga. “Tapi sampai saat ini belum ada gambar final lokasi yang akan dibebaskan apalagi negosiasi, kenapa sudah ada harga appraisal. Ini aneh,” ujar Ketua Paguyuban Warga Jatimulya Pinggir Tol, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pertanyaan itu dilontarkan ketika ratusan warga melakukan aksi demo damai, Sabtu (5/5/2018), terkait pembebasan tanah buat jalur kereta cepat Jakarta-Bandung yang hingga saat ini, tidak ada kejelasannya.

Pembebasan lahan harusnya sesuai mekanisme. Tapi kepastian pembebasan belum ada membuat warga pemilik kecewa.  Warga menuding bahwa kinerja PT PSBI dan BPN Kabupaten Bekasi tidak profesional, dan membuat warga sangat terpukul.

Diberitakan sebelumnya  tahun 2015 sudah ada sosialisasi dan  218 kepala keluarga pemilik tanah sudah menyerahkan surat-surat tanah berupa foto copy sertifikat tanah, Kartu Tanda Penduduk (KTP),  dan Kartu Keluarga (KK). Namun sampai sekarang belum ada kelanjutannya.

Atas kekecewaan warga lima RW yang terdiri dari 11 RT itu, Sabtu (5/5/2018), ratusan warga yang tergabung dalam Panguyuban Warga Jatimulya pinggir  tol Jakarta-Cikampek, melakukan aksi keprihatinan, dan minta agar Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khsusus atas pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.

Aksi damai dilakukan  dengan membentangkan belasan spanduk. Diantaranya bertuliskan “Bapak Jokowi Sayang” dan meminta agar presiden segera memberikan perhatian khusus guna mendapatkan jalan keluar terbaik atas pembebasan lahan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang kini mengakibatkan berbagai permasalahan. (jonder sihotang)