Kapuspenkum Kejagung Mukri

Kejagung Usut Korporasi Pemberi Suap kepada Pegawai Pajak

JAKARTA (Independensi.com) – Kasus dugaan pemberian suap atau gratifikasi kepada PAW mantan pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Gambir, Jakarta Pusat kini dikembangkan Kejaksaan Agung dengan mengusut pihak pemberinya yaitu lima korporasi.

Kapuspenkum Kejagung Mukri kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11/2018) mengungkapkan ke lima korporasi selaku pemberi juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ke lima korporasi masing-masing PT Zebit Solution, PT Roda Nusantara, PT Japfa Santori, PT Citra Panji Manunggal dan PT Sinar Meadow Internasional Indonesia.

Dikatakan Mukri saat ini tim penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya empat saksi untuk tersangka PT Roda Nusantara. Sedang untuk tersangka PT Zebit Solution serta PT Sinar Meadow Internasional Indonesia sudah diperiksa masing-masing tujuh saksi.

“Untuk saksi dua korporasi lainnya direncanakan pekan ini akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik,” tutur mantan Kajari Surabaya ini.

Dalam kasus suap atau gratifikasi sebelumnya Kejagung menetapkan dua pegawai KPP Madya Gambir yang lebih dulu dijadikan tersangka yaitu Jajun Junaedi dan Agoen Pramoedya.

Namun belakangan muncul nama Pranoto Aries Wibowo (PAW) berdasarkan keterangan Jujun dan Agung Pramoedya dalam sidang penerimaan suap Rp14 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

PAW diduga menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah korporasi Rp5,2 miliar untuk pengurusan pajak dalam penjualan faktur pajak di KPP Gambir periode 2007-2013.

Belakangan istri PAW yaitu Sri Fitri Wahyuni ikut terseret dan dijadikan tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selain itu juga ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. (MJ Riyadi)