Kejaksaan Tetap Tahan Pegawai Pajak Penerima Gratifikasi Rp 5 M

JAKARTA (Independensi.com) – Kejaksaan tetap tahan tersangka PAW oknum pegawai pajak penerima gratifikasi atau janji terkait pengurusan pajak saat dilakukan penyerahan tersangka berikut barang-bukti di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mukri di Jakarta, Senin (14/1/2019) mengatakan tersangka PAW ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur selama 20 hari terhitung mulai 14 Januari hingga 2 Februari 2019.

Disebutkan Mukri penahanan tersangka PAW, dengan mempertimbangkan syarat obyektif dan subyektif seperti diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP.
Diantaranya tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari lima tahun, dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Dalam kasus ini tersangka disangka melanggar pasal 12 huruf a, pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

Seperti diketahui PAW Fungsional Pemeriksa Pajak pada KPP Penanaman Modal Asing Empat dan KPP Jakarta Kebayoran Lama pada 2007 sampai 2015 dijadikan tersangka setelah diduga menerima uang Rp 5,2 miliar dari sejumlah perusahaan sebagai bentuk hadiah atau gratifikasi.

Adapun lima perusahaan atau korporasi yang diduga telah memberi uang kepada tersangka PAW juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ke lima korporasi yaitu PT Zebit Solution, PT Roda Nusantara, PT Jafra Santori, PT Citra Panji Manunggal, dan PT Sinar Meadow Internasional Indonesia. (MJ Riyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *