Tinggal selangkah lagi Indonesia menjadi negara kepulauan pertama di dunia yang memiliki TSS yang disahkan IMO

Indonesia Akan Jadi Negara Kepulauan Pertama di Dunia Memiliki TSS yang disahkan IMO

LONDON (Independensi.com) – IMO (International Maritime Organization) akhirnya menyetujui proposal Indonesia terkait bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok.

Persetujuan proposal tersebut butuh perjuangan panjang selama 2 tahun di IMO melalui Experts Working Group on Ship Routeing yang dilaksanakan pada Senin (21/1) di Markas Besar IMO, London.

Dengan demikian, selangkah lagi Indonesia akan mempunyai bagan pemisahan alur laut atau TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok dan menjadi negara kepulauan pertama di dunia yang memiliki TSS yang disahkan IMO dan berada di dalam ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) I dan ALKI II.

Selanjutnya, proposal Indonesia terkait TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok tersebut akan dilaporkan ke Plenary dalam Sidang Sub Committee on Navigation, Communications and Search and Rescue (NCSR) ke-6 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) London, Inggris pada hari Jumat mendatang (25/1).

Penetapan TSS di selat Sunda dan Selat Lombok diperlukan untuk menjamin keselamatan pelayaran di selat yang menjadi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan cukup ramai lalu lintasnya tersebut.

Dengan adanya TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok menunjukan komitmen Pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa wilayah perairan di Indonesia aman.

Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Basar Antonius mengatakan bahwa nantinya sidang Plenary IMO NCSR ke-6 akan merekomendasikan proposal TSS Selat Sunda dan Selat Lombok untuk diadopsi dalam Sidang IMO Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 bulan Juni 2019 mendatang.

Basar menjelaskan bahwa perjuangan delegasi Indonesia untuk mempertahankan proposal TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok perlu diapresiasi mengingat tidak sedikit dari delegasi negara anggota IMO yang hadir dalam Experts Group dimaksud yang memberikan masukan, koreksi dan saran terhadap kedua proposal TSS tersebut.

Keberhasilan Indonesia mempertahankan proposal TSS tersebut juga dipengaruhi oleh strategi Indonesia yang melakukan pendekatan dan lobi untuk mendapatkan dukungan negara anggota IMO dengan mensponsori coffee Break dan menampilkan video feature TSS di sela sidang NCSR ke-6 serta melakukan pertemuan informal dengan negara anggota IMO.