Candra Wijaya (tengah) saat jumpa pers 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 di Jakarta, Senin (8/6/2026). (Istimewa)

Turnamen Bulutangkis Khusus Ganda Bergengsi Kembali Bergulir

Loading

JAKARTA (Independensi.com) –Komitmen legenda bulutangkis Indonesia Candra Wijaya dalam membangun kekuatan sektor ganda nasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026. Turnamen khusus nomor ganda yang digagas Candra Wijaya tersebut akan berlangsung pada 10-13 Juni 2026 di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraan, kejuaraan ini terus menjadi salah satu ajang pembinaan paling konsisten bagi pemain spesialis ganda di Indonesia. Sekitar 500 pasangan akan bersaing dalam 11 nomor pertandingan yang meliputi ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran kelompok usia U-15, U-17, dan U-19, serta nomor dewasa ganda putra dan ganda campuran.

Tidak hanya diikuti atlet dalam negeri, turnamen ini juga menarik peserta dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Slovakia, Ukraina, dan Australia ikut meramaikan persaingan. Kehadiran pemain internasional diharapkan semakin meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda Indonesia.

Bagi Candra, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia, khususnya di sektor ganda yang selama ini menjadi salah satu andalan Merah Putih di level dunia.

“Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini, saya memberikan kesempatan kepada bibit-bibit pemain berbakat di kelompok ganda untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan, serta menambah jam terbang pengalaman,” ujar Candra Wijaya, Senin (8/6/2026).

Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu menilai keberlangsungan turnamen selama lebih dari satu dekade tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor yang memiliki visi sama dalam pengembangan bulutangkis nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi penerus yang mampu mempertahankan kejayaan Indonesia di sektor ganda.

Candra menegaskan, sejarah telah menunjukkan betapa dominannya Indonesia di nomor ganda. Dari era ke era, Indonesia selalu melahirkan pasangan-pasangan berkualitas yang mampu bersaing dan meraih prestasi di panggung internasional.

“Melalui kejuaraan ini saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulutangkis sektor ganda Indonesia. Sejarah telah membuktikan bahwa sektor ganda adalah permainan yang atraktif dan menarik, sehingga banyak diminati. Terbukti pula dari dulu hingga kini Indonesia selalu memiliki ganda-ganda andal dan melegenda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Candra mengingatkan bahwa kesuksesan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat. Faktor disiplin, kerja keras, serta kesempatan bertanding secara berkelanjutan menjadi elemen penting dalam proses pembentukan juara.

Turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships diharapkan dapat menjadi panggung lahirnya talenta-talenta baru yang kelak memperkuat Indonesia di berbagai turnamen internasional, termasuk Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran para insan bulutangkis dalam proses pembinaan atlet, tahun ini penyelenggara juga akan memberikan “Penghargaan Ganda Legenda Terbaik” versi Candra Wijaya International Badminton Center. Penghargaan tersebut ditujukan kepada insan bulutangkis yang dinilai berhasil melahirkan dan membina pemain-pemain ganda terbaik Tanah Air.

Melalui kombinasi kompetisi berkualitas dan penghargaan bagi insan pembinaan, Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi emas bulutangkis ganda Indonesia di masa depan.

Bahan Evaluasi

Sementara itu ketika disinggung mengenai hasil Indonesia Open 2026, Candra menilai harus menjadi bahan evaluasi bagi dunia bulutangkis nasional. Menurutnya, prestasi hanya bisa diraih dan dipertahankan dengan visi, komitmen, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak.

“Bulutangkis Indonesia tidak boleh terlena dengan kejayaan masa lalu di tengah persaingan global yang semakin ketat. Jika tidak mampu mengikuti perubahan dan menjaga standar kualitas, prestasi bisa menurun,” ujar Candra.

Pendiri Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC) itu menilai ada empat faktor utama yang memengaruhi prestasi bulutangkis Indonesia, yakni sistem, kebijakan, kondisi ekonomi dan politik, serta kualitas pembinaan.

Menurut Candra, sistem olahraga prestasi di Indonesia belum berjalan konsisten dan belum mampu menyatukan peran atlet, orang tua, klub, pelatih, pengurus, dan pemerintah secara optimal. Ia juga menilai sejumlah kebijakan masih belum stabil dan kerap dipengaruhi berbagai kepentingan.

Selain itu, kondisi ekonomi dan politik turut memengaruhi ekosistem olahraga. Karena itu, pemimpin perlu memberi teladan dalam integritas, etika, karakter juara, dan nasionalisme agar dapat mendorong pembinaan generasi muda. Candra juga menekankan pentingnya memperkuat standar pembinaan, mulai dari seleksi atlet, pelatih, dan pengurus hingga penyusunan kalender kompetisi agar kualitas pemain terjaga.

Meski tantangan semakin besar di era digital dan kecerdasan buatan, Candra optimistis prestasi bulutangkis Indonesia bisa kembali meningkat jika seluruh pihak memiliki komitmen, disiplin, integritas, dan semangat gotong royong dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Related posts:

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *