Proyek pembangunan Waduk Karian, Lebak Banten masih mengalami hambatan pembebasan lahan. Waduk Karian ini dibangun untuk kepentingan areal pertanian dan kebutuhan air minum bagi warga Jakarta, Banten dan Bogor.

Proyek Waduk Karian Dikebut untuk Pasok Air Minum ke DKI, Bogor dan Banten

LEBAK, BANTEN (IndependensI.com) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono akan mengunjungi proyek Waduk Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Kami menerima informasi Menteri PUPR bersama Gubernur Banten Wahidin Halim mengunjungi Waduk Karian siang ini,” kata Kepala Bagian Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak Aep Dian Hendriawan, Rabu (30/8/2017).

Kunjungan Menteri PUPR untuk melihat langsung pembangunan Waduk Karian yang tengah dikerjakan oleh kontraktor dari Korea Selatan.

Proyek nasional Waduk Karian untuk memasok kebutuhan air baku (air minum) masyarakat DKI Jakarta, Bogor dan Banten.

Selain itu juga Waduk Karian dapat menghasilkan produksi listrik. Karena itu, Menteri PUPR bersama Gubernur Banten meninjau lokasi pembangunan Waduk Karian.

Pembangunan Waduk Karian yang menenggelamkan 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Lebak ditargetkan rampung hingga 2019.

Namun, saat ini pembebasan lahan proyek Waduk Karian belum mencapai 100 persen. “Kami berharap melalui kunjungan Menteri PUPR segera bisa dipercepat baik pembangunan maupun pembebasan lahan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia mengatakan, saat ini pembebasan lahan Waduk Karian sekitar 44 persen dari target seluas 2.170 hektare. Lahan proyek waduk itu tersebar di empat kecamatan antara lain Sajira, Rangkasbitung, Cimarga, dan Maja.

Sebagaimana dikutip Antara, pemerintah daerah terus menyosialisasikan agar pembebasan lahan pembangunan waduk itu bisa secepatnya tuntas hingga 100 persen. “Kami berharap pembangunan waduk itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.