Ilustrasi. (Dok/Ist)

Pelatnas Desentralisasi Perlu Dana Besar

JAKARTA (IndependensI.com) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengakui pemusatan pelatihan nasional desentralisasi membutuhkan dukungan biaya operasional dari sponsor. “Kami belum dapat merealisasikan pelatnas desentralisasi pada 2017 karena semua daya, tenaga, dan biaya kami terfokus ke SEA Games dan persiapan Asian Games 2018,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto seperti dikutip Antara, Jumat (24/11).

PBSI, lanjut Budiharto, membutuhkan dukungan dana sponsor untuk mengelola pemusatan pelatihan nasional di Jakarta yang menghabiskan biaya miliaran rupiah setiap tahunnya. “Kalau pengurus pusat juga harus membantu biaya operasional tentu menjadi beban berat. Tidak mudah untuk menggaet sponsor yang bersedia mengeluarkan miliaran rupiah guna pelatnas,” kata Budiharto.

Lebih jauh Budiharto mengaku, sejumlah pengurus provinsi PBSI juga bersedia menjadi lokasi pelatnas desentralisasi atau pelatnas wilayah. “Mereka harus mempunyai infrastruktur seperti gedung dan asrama atlet, lalu sarana dan prasarana latihan,” ujarnya. Sedangkan PBSI hanya mampu memberikan dukungan berupa bimbingan teknik pelatihan dan program pelatihan. “Kami sudah menjalankan program bimbingan pelatihan ke sejumlah klub-klub bulu tangkis di luar pulau Jawa pada 2016 dengan pengiriman pelatih teknik dan fisik,” ujarnya.

Namun, Budiharto mengakui program bimbingan teknik pelatihan dari PP PBSI itu belum berjalan secara merata ke seluruh wilayah di Indonesia. “Program bimbingan teknik itu memang menjadi pekerjaan rumah bagi bidang pembinaan dan prestasi kami. Atlet-atlet daerah yang sudah mendapatkan bimbingan berkesempatan magang di klub-klub besar bahkan di pelatnas,” kata Budiharto.

Rencana pelatnas desentralisasi PBSI telah mengemuka sejak kepengurusan Djoko Santoso pada 2008-2012. Namun, rencana itu belum terealisasi hingga awal kepengurusan Wiranto pada 2017.