Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat subuh keliling. (ist)

Wali Kota Ajak Warga Hidup Saling Menghormati

BEKASI (IndependensI.com)-  Di Kota Bekasi  tidak boleh lagi membedakan suku dan keyakinan, karena kita harus hidup bersama-sama. Kita hidup saling menghormati dan saling berdampingan.

“Maka, marilah menjaga kota kita yang namanya Kota Bekasi, serta menjaga kesatuan dan persatuan dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat subuh keliling (suling) di Masjid Jamie Al-Mubtadiin Bintarajaya, Kecamaran Bekasi Barat, kemarin.

Itulah yang sangat kita butuhkan di kota ini, karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam. Kota ini tidak punya hal lain kecuali menjual kepastian hukum. Tentunya kalau ada orang yang ingin berinvestasi tentunya izinnya tidak boleh berbelit,  jelasnya.

Disampaikan,  bahwa Masjid di Kota Bekasi saat ini sudah ada sekitar 1240-an dibandingkan dulu tahun 1999 baru ada sekitar 600-an masjid.

“Kota Bekasi dihuni sekitar 2,6 juta penduduk. Luas daerahnya hanya 21.000 hektar dan penduduknya sangat plural dan heterogen. Tapi kota ini maju karena kota ini aman,” katanya.

Wali Kota Bekasi juga berbincang dengan DKM Masjid Jami Al-Mubtadiin menyampaikan bahwa masjid ini belum memiliki IMB. Maka Rahmat minta  Camat dan Sekcam untuk segera mengurus IMB nya.

“Camat dan Sekcam jangan lama-lama. Segera urua. Nanti minta poto copy sertifikatnya, surat hibahnya dan permohonan dari DKMnya. Satu  sampai dua  hari harus jadi dan berikan kepada DKM nya, supaya legal dalam tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,”
ujar Rahmat.

Wali Kota Bekasi ini juga menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan pelayanan kepada warga termasuk mengantarkan e-KTP kerumah-rumah warga dalam rangka mempermudah pelayanan kepada masyarakat termasuk pembuatan kartu sehat Kota Bekasi.(jonder sihotang)