Wali Kota Bekasi Rahmat Effensi masuk gorong-gorong sepanjang 58 meter di bawah Kalimalang. (foto:jonder sihotang)

Rp 30 Miliar Habiskan Bangun Gorong-Gorong Atasi Banjir

BEKASI (IndependensI.com)-  Sebuah gorong-gorong ukuran besar dan mampu menampung air 4,4 meter kubik perdetik, dibangun di bawah jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Kalimalang. Proyek yang dibangun menghabiskan biaya Rp 30 miliar itu, untuk mengurangi banjir di beberapa perumahan di Kecamatan Rawalumbu dan Bekasi Timur Kota Bekasi, termasuk Kabupaten Bekasi.

Proyek ini disebut crossing jalan tol dan Kalimalang, karena berada dibawah jalan tol dan saluran Kalimalang. Biaya pembangunan bersumber dari APBD Kota Bekasi Rp 20 miliar dan Rp 10 miliar bantuan Pemprov Jawa Barat.

Pengerjaannya 200 hari kalender pada tahun mulai 31 Juli 2017 sampai 16 Februari 2018. Panjang gorong-gorong dibawah jalan tol Japek 49 meter, dan di bawah Kalimalang 58 meter.  Pekerjaan dilakukan secara manual dan  mengeluarkan ribuan meter kubik tanah.

Panjang kedua gorong-gorong  107 meter lebar tiga meter dan tinggi dua meter. Proyek ini sebagai duplikasi atas crossing yang lama dan hanya mampu menampung air 1,54 meter per detik.

Gorong -gorong lama,  tidak mampu lagi menampung luapan air sehingga setidaknya empat perumahan di bagian hulu yakni Perumahan Taman Narogong Indah, Pondok Ungu Permai, Pengasinan dan Jatimulya, menjadi korban banjir. Itu sudah terjadi sejak 25 tahun silam.

Jadi pembangunan gorong-gorong raksasa ini, bertujuan guna mengatasi banjir setidaknya di empat perumahan. Gorong-gorong itu,  untuk menghubungkan Sungai Sasak Jarang yang dipisahkan Jalan Tol Japek dan Kalimalang.

Sungai Sasak Jarang, salah satu dari dari 16 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Bekasi. Selain membangun crossing tersebut, Pemkot Bekasi juga membangun kolam retensi atau polder di hulu dan hilir Sungai Sasak Jarang, yakni Polder Pengasinan dan Arenjaya. Pembangunan  kedua Polder itu menghabiskan biaya Rp 53 miliar.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis (8/2/2018) meresmikan crossing jalan tol dan Kalimalang tersebut. Ia berharap dengan pembangunan gorong-gorong itu, banjir yang terjadi selama 25 tahun di daerah tersebut, dapat teratasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Tri Adhiyanto Tjahyono mengakui, sepanjang lintasan jalan tol dan Kalimalang yang ada di wilayah Kota Bekasi, terdapat 13 crossing. Ke 13 crossing itu, menjadi salah satu penyebab banjir karena daya tampung sangat terbatas.

Pihaknya berusaha setiap tahun membangun crossing di bawah jalan tol dan Kalimalang, guna mengurangi banjir. Tapi pembangunannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran. (adv/humas/jon)