Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat meninjau gorong-gorong sepanjang 107 meter di bawah jalan tol Japek dan Kalimalang. (foto:jonder sihotang)

Wali Kota Bekasi Ajak BKSP Jabodetabekjur Berperan

BEKASI(IndependensI.com)- Keberadaan sipon atau saluran air di bawah jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Kalimalang khususnya  sepanjang wilayah Pemerihtahan Kota (Pemkot) Bekasi, diyakini menjadi salah satu penyebab banjir. Di sepanjang aliran kali dan jalan tol tersebut, terdapat  13 saluran air.

Tahun 1970 an, pembangunan saluran Tarum Barat atau Kalimalang dilakukan. Kemudian jalan tol Japek dibangun 1983. Saat itu, pembangunan di wilayah selatan Kota Bekasi, belum seperti sekarang.

Maka, ketika itu, pembangunan sipon atau saluran air/gorong-gorong di bawah jalan tol dan Kalimalang, disesuaikan dengan kondisi saat itu.

Tapi begitu perkembangan Kota Bekasi pesat, kini ke 13 saluran tersebut, tidak mampu lagi menampung air dan menyebabkan banjir. Apalagi saluran  tersebut tidak pernah dinormalisasi, semakin menambah parah banjir yang terjadi.

Dari 13 saluran atau crossing di bawah tol dan Kalimalang, sampai saat ini Pemkot Bekasi baru mampu membangun satu duplikasi  saluran yakni di aliran Sungai Sasakjarang, perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.

Dengan dibangunnya saluran berupa gorong-gorong sepanjang 107 meter itu, diharapkan dapat mengatasi banjir di beberpa perumahan wilayah Kecamatan Rawalumbu. Biayanya Rp 30 miliar bersumber dari APBD Kota Bekasi Rp 20 miliar dan Rp 10 miliar bantuan Pemprov Jawa Barat.

Kedepan, kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat meresmikan gorong-gorong tersebut, Kamis (8/2/2018), pihaknya berencana membangun 12 sipon yang tersisa.

“Paling tidak setiap tahun empat gorong-gorong dapat kita bangun. Dengan demikian, banjir di Kota Bekasi dapat semakin berkurang,” katanya.

Ia juga mengajak Badan Kerja Sama Pembangunan Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (BKSP Jabodetabekjur)  untuk ikut berperan dalam mengatasi berbagai masalah  pembangunan termasuk mengatasi banjir di wilayah tersebut. (adv/humas/jon)