Tangkal Terorisme Dengan Doktrin Bela Negara

BALI (IndependensI.com) – Untuk menangkal faham radilkalisme menyusup ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat maka diperlukan penanaman doktrin bela negara kepada setiap individu. Sebab jika doktrin bela negara telah melekat maka diyakini akan dapat menangkal terpaparnya faham terorisme.
“Perlu disebarkan virus-virus doktrin bela negara disetiap lini dunia pendidikan agar makin menumbuhkan kecintaan terhadap nusa dan bangsa melalui diseminasi informasi tentang konsep bela negara yang komprehensif,” kata Agustinus Nahak, Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali saat Dikusi ‘Bersatu Melawan Terorisme’ di Mal Park 23, Kuta, Rabu (23/5/2018).
Diskusi diikuti oleh tokoh-tokoh lintas agama dan elemen-elemen masyarakat, praktisi pendidikan dan aparat kepolisian dan militer.
Menurutnya, Untuk mencegah dan menjaga sektor pariwisata Bali dari radikalisme hendaknya mulai saat ini perlu diwaspadai adanya keberadaan guide-guide liar dan adanya penguasaan kepemilikan perusahaan seperti perhotelan, rumah makan dan transportasi oleh orang asing sehingga porsi untuk orang lokal sangat kecil, “Seharusnya orang Bali yang harus memimpin, bayangkan posisi strategis sekelas manager kini diduduki oleh orang luar sehingga warga lokal hanya menjadi karyawan saja bahkan asset-asset penting sudah dimiliki orang asing, hal ini yang dikhawatirkan menjadi bibit radikalisme di sektor pariwisata,” tambah Nahak.
Sementara itu Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dalam pemaparannya mengatakan terorisme itu biadab karena anak-anaknya juga ikut dibunuh. “Terorisme ini bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai semua agama,” tegasnya.
Pengamat Politik dan Intelijen Dr. Arya Sandhiyudha mengingatkan TNI perlu dilibatkan dalam menghadapi aksi-aksi yang mengancam dan membahayakan negara. “Kebijakan penanggulangan terorisme di Indonesia harus tetap khas Indonesia, berbasis penegakan hukum dan HAM tapi juga perlu mempertimbangkan keterlibatan lebih jauh TNI dengan tetap menjamin keamanan dan kenyamanan publik,” ujarnya.
Kasudit IV Intelkam Polda Bali, AKBP Syaiful Alam berpendapat bahwa untuk menciptakan situasi yang kondusif perlunya peranserta segenap masyarakat dan elemen untuk bersatu melawan terorisme dengan memperkuat jalinan komunikasi erat dengan pihak keamanan dan instansi terkait guna menangkal hal-hal yang tidak di inginkan. (hidayat)