Salah satu hole yang cukup menantang di Pondok Indah Golf, Jakarta.

Pondok Indah Golf Siap Jadi Tuan Rumah Asian Games

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Pondok Indah Golf sebagai venues cabang olahraga golf Asian Games XVIII 2018 yang akan berlangsung pada 23 – 26 Agustus mendatang, sudah siap segala-galanya untuk menyambut atlet golf dari 39 negara yang mewakili negara mereka masing-masing dalam multi event empat tahun sekali di Benua Asia.

Hal tersebut disampaikan Budi Kosasih, General Manager Pondok Indah Golf, menjawab pertanyaan yang diajukan IndependensI.com terkait dengan keberadaan golf course tersebut yang akan menjadi venues cabang olahraga golf Asian Games XVIII 2018

Lebih jauh Budi mengungkapkan bahwa masalah lapangan tetap berada dalam kondisi normal saja. Artinya, sebagai venues kondisi Pondok Indah Golf sama sekali tidak ada perubahan. Misalnya bunker yang ada tetap sebagaimana adanya: pasir yang ada tidak ditambah ketebalannya — atau diganti dengan pasir yang baru.

Pengurus PB PGI bersama sembilan orang atlet golf dan pelatih.

“Tidak”, tukas Budi Kosasih saat ditemui di sela-sela acara buka puasa bersama PB PGI dan wartawan yang berlangsung pada Kamis (7/6/2018) lalu. “Semuanya tetap sama dan tidak ada perubahan sama sekali,” tambahnya.

Budi Kosasih, GM Pondok Indah Golf

Hal yang sama juga terjadi di fairway dan green. “Semuanya, seperti yang saya katakan tadi, berada dalam situasi dan kondisi yang normal-normal saja. Akan tetapi, yang jelas, pada hari H-nya nanti, Technical Delegate akan melakukan ketentuan, seperti misalnya rough tingginya berapa sentimeter dan berapa pula green speed-nya,” katanya.

Menurut Budi Kosasih, SOP-nya memang begitu, dan pihaknya hanya melakukan persiapan sebaik mungkin demi suksesnya event golf pada Asian Games XVIII 2018. Termasuk bagaimana pihaknya mempersiapkan orang-orang yang akan bertugas di lapangan pada hari H-nya nanti khususnya para caddy yang akan mendampingi para pegolf saat mereka menyusuri hole by hole untuk menjadi yang terbaik dan merebut gelar juara.

Sebagai golf course yang menjadi venues Piala Dunia Golf pada 1983, Pondok Indah Golf memang menjadi salah satu lapangan golf di Jabodetabek — bahkan di Indonesia — yang sering menjadi host event berskala nasional, regional dan internasional.

Terbukti, sebelum dijadikan venues Asian Games XVIII 2018 pada 23-26 Agustus mendatang, pertengahan bulan depan, tepatnya pada 12-15 Juli 2018, Pondok Indah Golf akan menjadi host turnamen yang sangat bergengsi di Indonesia sejak 1974 yakni Indonesia Open.

Event pro yang pada tahun ini hadiahnya – kemungkinan – akan naik dari US$300.000 menjadi US$500.000 merupakan rangkaian Asian Tour 2018.

Sungguhpun antara Asian Games, yang berlangsung pada Agustus mendatang adalah event amateur, sementara Indonesia Open adalah event pro yang memperebutkan hadiah uang, namun pihak Pondok Indah Golf tidak membeda-bedakan dalam memberikan service atau pelayanan kepada para pemain.

Betul bahwa para profesional golfer yang akan bersaing di ajang Indonesia Open memang berasal dari seluruh dunia. Tapi, mereka tampil atas nama pribadi. Sementara, para pegolf amatir yang akan bersaing di ajang Asian Games pure membawa nama negara mereka masing-masing. “Itu saja perbedaan atmosfernya,” ujar Budi Kosasih.

Event Indonesia Open 2018 yang pelaksanaannya oleh Asian Tour dimajukan dari Oktober ke Juli tersebut, disambut positif oleh para pegolf amatir yang tergabung di timnas Asian Games, yang terdiri dari 4 pemain inti dan 1 pemain cadangan.

Mereka adalah Naraajie Emerald Ramadhan Putra (Jabar), Jonathan Wijono (Jatim), Kevin Caesario Akbar (Jabar), Almay Rayhan Yaquta (DKI – lowes amateur Indonesia Open 2017) dan sebagai pemain cadangan M. Rifki Alam Ramadhan (DKI)

 

Gampang-gampang susah

Bagi Naraaji, Pondok Indah Golf, adalah lapangan golf yang masuk ke dalam kriteria “gampang-gampang” susah.

Maksudnya?

Pegolf amatir asal Jawa Barat itu tidak dapat menjelaskan secara teknis. Akan tetapi, dari pemaparannya, disebutkan bahwa selama kita sebagai pemain bisa bermain lepas – apalagi kalau start kita bagus dan mulus – biasanya kita tidak akan mengalami kesulitan yang berarti.

Apa yang dikemukakan Naraajie – setelah independensi.com mendesak ke persoalan yang ada kaitannya dengan masalah psikologis – pegolf amatir andalan Pengprov PGI Jabar dan Timnas itu langsung meng-”iya”-kannya.

Dapat dimaklumi, karena Naraajie, Jonathan, Kevin, Almay, dan M Rifky Alam sebagai pemain cadangan, mereka memang baru untuk pertama kalinya tampil dalam ajang Asian Games.

Sementara pesaing mereka yang berasal dari negara-negara yang memiliki tradisi bagus di Asian Games seperti, Jepang, China, China Teipei, Korea Selatan, Republik of Korea (Utara) pasti ingin mengulang sukses yang sama seperti pada Asian Games-Asian Games sebelumnya.

Negara tersebut adalah negara-negara dari kawasan Asia Timur. Belum lagi pesaing dari kawasan Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Barat Daya dan Timur Tengah serta negara-negara dari Asia Tenggara (ASEAN) adalah para pesaing yang tidak bisa dianggap enteng.

 

Bermain lepas

Hal yang sama juga akan dihadapi oleh timnas golf putri Asian Games 2018, yang terdiri dari Rivani Adelia Sihotang (DKI), Ida Ayu Melati Putri (Bali), Ribka Vania (Jabar) dan Marcella (Bali) sebagai pemain cadangan.

Seperti Naraajie dan kawan-kawan, Rivani dan kawan-kawannya juga baru untuk pertama kalinya tampil bersaing di Asian Games.

Naraajie Emerald

Saat ditemui IndependensI.com dalam acara buka puasa bersama segenap jajaran Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia dan wartawan yang berlangsung di Gallery Pondok Indah pada Kamis (7/6/2018) lalu, Rivani, yang mewakili rekan-rekannya, pun akan bermain lepas.

Putri tunggal David Sihotang (alm), yang semasa hidupnya dikenal sebagai karateka nasional, ini menanggung beban yang sangat berat — setelah Tatiana Jaqueline Wijaya (Tia) namanya tidak tercatat dalam timnas Asian Games 2018.

Karena, sebagaimana diketahui, Tia, Vani dan Mela (Ida Ayu Melati Putri) — yang dikenal dengan sebutan Trio Srikandi dari Indonesia terutama dan khususnya di kancah persaingan golf putri di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), sangat disegani mengingat kekompakan mereka saat tampil bersaing di nomor beregu.

Sehingga, dengan tidak adanya nama Tia di timnas Asian Games, tugas Vani dan Mela menjadi lebih berat.

Namun, Ribka Vania, sebagai pelapis bagi Vani dan Mela, kehadirannya tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Sebab, pegolf putri asal Jawa Barat tersebut telah membuktikan dirinya bisa “bahu-membahu” dengan Vani dan Mela, sehingga timnas putri Asian Games 2018 berhasil menembus ke posisi lima besar dalam event golf khusus putri berskala regional Asia Pacific bertajuk Queen Sirikit Cup yang belum lama ini berlangsung di Thailand — seperti yang diungkapkan pelatih golf nasional, Alga Topan, kepada IndependensI.com.

Alga Topan

“Kami juga sudah siap, apalagi persiapan yang kami lakukan cukup menunjang yaitu dari Januari sampai Juni. Selain itu hasil dari try out – baik di dalam maupun luar negeri – pun lumayan bagus. Secara pribadi saya berharap kepada adik-adik agar bisa menjaga ritme permainan mereka sehingga peak performance mereka akan terjadi saat mereka tampil di Asian Games Agustus mendatang di Pondok Indah Golf,” papar Alga Topan – pelatih golf nasional yang mendampingi pelatih asing David Milne dan Lawrie Montague dari Australia yang dikontrak PB PGI dalam persiapan menyongsong Asian Games XVIII 2018 Indonesia yang digelar di Jakarta dan Palembang.

 

Target harus menang

Sementara, Ketua Umum PB PGI, Murdaya Po, ketika ditanya tentang target timnas golf Indonesia di arena Asian Games yang akan berlangsung pada Agustus mendatang di Pondok Indah Golf, secara tegas mengatakan, “Target kita harus menang!”

Makna kata “harus menang” bagi pak Po – demikian sapaan akrabnya – tidak berarti bahwa timnas golf Asian Games Indonesia harus keluar sebagai juara umum. “Kita harus realistis. Dan, apa pun medali yang berhasil diraih timnas golf kita, itu suatu bukti kemenangan atas perjuangan mereka. Jadi, target kita adalah harus menang!” ujar pak Po, tegas.

Sebagai tuan rumah, timnas golf kita memang berada dalam posisi yang diuntungkan. Setidaknya, mereka masih memiliki kesempatan sebanyak 30 kali lagi untuk beradaptasi dengan lapangan – sebuah momentum yang tidak dimiliki oleh kompetitor mereka, sebelum mereka bersaing untuk memperebutkan medali pada nomor individu dan beregu baik putra maupun putri dalam pesta olahraga multi event empat tahun sekali di Asia, yang kali ini menggemakan Energy of Asia dalam taglinenya. (Toto Prawoto)