Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja. (Istimewa)

Hafiz/Gloria Dihentikan Duet Adcock

JAKARTA (IndependensI.com) – Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus memendam kecewa terhenti di tangan duet Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock di babak kedua Denmark Open 2018 yang berlangsung di Odense, Denmark, Kamis (18/10/2018). Hafiz/Gloria takluk dua game langsung dengan skor 12-21, 18-21.

Pada pertemuan sebelumnya di Thailand Masters 2018, Hafiz/Gloria menang dua game langsung atas Duo Adcock dengan skor 21-12, 21-12. Skor pertemuan kini imbang 1-1 untuk kedua pasangan. “Kami kalah di ketahanan, mereka lebih siap untuk main reli. Lebih berani dan konsisten di lapangan,” ujar Hafiz seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI. Gloria sendiri mengakui, saat berlaga di Thailand kondisi lapangannya membuat pola permainan berdua beda. Sedangkan di Odense justru sebaliknya. “Di game kedua kami sudah mengubah permainan dari maksa adu depan jadi banyak mengarahkan bola ke belakang,” ujar Gloria.

Mengevaluasi penampilan mereka, Hafiz/Gloria mengatakan, mereka harus bisa tampil lebih konsisten, terutama dari segi ketahanan di lapangan. “Harus lebih maksa untuk lebih tahan, kalau bisa tahan seperti tadi, ambil poinnya enak. Kalau sudah kuat, ngatur poinnya enak, kalau setengah-setengah agak susah,” ujar Hafiz.

Indonesia telah mengirim satu wakil ke perempat final lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mengalahkan Mark Lamfuss/Marvin Emil Seidel (Jerman), dengan skor 21-17, 21-14. Sedangkan Tommy Sugiarto dihentikan unggulan keenam asal Korea, Son Wan Ho, lewat laga rubber game 21-13, 16-21, 9-21.

Sementara itu tunggal putra Jonatan Christie pun terhenti di tangan Sameer Verma. Kemenangan Verma dengan skor 23-21, 21-6, 22-20 membuatnya berhak untuk ke babak perempat final. Jonatan mengaku sangat kecewa dengan hasil yang didapat menyusul peluang kemenangan cukup besar. Bahkan, beberapa kali memimpin perolehan skor dan saat-saat kritis, Jonatan tak dapat mengontrol keadaan.

“Bisa dibilang ini adalah pertandingan yang paling mengecewakan, karena beberapa kali kurang beruntung di poin-poin krusial. Saat tertinggal, saya tidak mau menyerah sama keadaan dan sudah lakukan itu, menyemangati diri sendiri dan saya bisa menyusul, tapi terakhirnya itu. Saya seperti tidak percaya bisa begini, ungkapnya. Jonatan akan bertemu lagi dengan Verma di babak pertama French Open 2018 yang akan berlangsung pekan depan. Ia berharap dapat tampil lebih baik dari hari ini.