Lion Air akan menggunakan Airbus 330 untuk menerbangkan jemaah umroh. Sebelumnya Lion Air menggunakan Boeing 737 MAX 8

Lion Jamin Penerbangan Jemaah Umroh Tidak Terganggu

JAKARTA (Independensi.com) – Direktur Operasional Lion Air Capt. Daniel Putut menjamin penerbangan para jemaah umroh dari berbagai daerah tidak akan terganggu, menyusul dilakukannya penghentian sementara operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 oleh regulator.

Untuk diketahui Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 untuk menerbangkan jemaah umroh dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Padang, Makasar, Solo, Pekanbaru, Palembang, Aceh.

Dengan dihentikannya operasional Boeing 737 MAX 8, maka penerbangan jemaah umroh nantinya akan menggunakan pesawat yang lebih besar, yaitu Airbus 330 yang memiliki kapasaitas hingga 500 kursi.

Lion akan menyesuaikan kursi yang tersedia dengan jumlah jemaah umroh yang akan diangkut. Tentunya harus dibicarakan lebih lanjut dengan perusahaan travel penyelenggara umroh dan haji mengenai jumlah jemaah yang diterbangkan.

“Kalau jemaahnya bisa memenuhi lebih dari 85 % kapasitas yang tersedia maka bisa terbang langsung dari daerah itu. Tapi jika dibawah 50% maka akan digabungkan jemaah umroh satu daerah dengan daerah lain,” kata Daniel

Misalnya, jemaah Padang nanti bisa digabung dengan jemaah dari Aceh untuk selanjutnya terbang ke Jeddah. Jemaah Surabaya bisa digabung dengan jemaah Palembang selanjutnya terbang ke Jeddah.

Nanti akan ditentukan formulasinya jemaah umroh mana akan digabung dengan jemaah daerah mana, yang disesuaikan dengan jumlah jemaahnya.

Menjawab pertanyaan Independensi.com bukankah penggunaan pesawat Airbus lebih boros, Daniel mengatakan, “Urusan cost biar kami yang menghitung dan memikirkan. Yang penting jemaah tidak terganggu,” tukasnya Daniel.