Bandara NYIA Kulonprogo Tidak Beroperasi Sebagian

JAKARTA (IndependensI.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo tidak akan beroperasi sebagian pada April 2019. Hal tersebut disebabkan karena ada Infrastruktur dasar yang belum lengkap, sehingga pengoperasiannya ditunda.

“Pemerintah masih perlu memverifikasi kesiapan seperti pelayanan dan keamanan penerbangan. Ia menyebut, alasan ini kurang lebih sesuai dengan temuan Ombudsman RI terkait kelaikan NYIA,” katanya saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Berdasar laporan bertanggal 28 Maret 2019 itu, Ombudsman menilai akses jalan menunju NYIA yakni Jalan Purworejo-Yogyakarta hanya satu jalur. Kemudian, landasan pacu saat ini dianggap masih belum mumpuni sebab pelapisan landasan pacu saat ini terhambat hujan.

Kemudian, bandara NYIA sampai saat ini hanya memiliki alat navigasi yang sangat mendasar. Bahkan, Ombudsman mengatakan conveyor belt di terminal kedatangan dan keberangkatan masih belum tersedia.”Jadi memang belum bisa (beroperasi sesuai jadwal) karena masih banyak yang perlu kami verifikasi,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemerintah masih berunding dengan pengelola bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) terkait waktu operasional yang tepat bagi NYIA. Ia harap, keputusan ini bisa didapatkan sesegera mungkin. “Jadi memang ini belum selesai, dan kami akan evaluasi sesegera mungkin,” pungkas dia.

Sebelumnya, pemerintah berjanji NYIA akan beroperasi sebagian pada April 2019. Adapun rute pertama yang akan dilayani adalah penerbangan Singapura-Yogyakarta dan Kuala Lumpur-Yogyakarta . Pada April ini, seharusnya panjang landasan pacu NYIA yang terealisasi mencapai 3.250 meter atau lebih panjang dibanding Bandara Adisutjipto yang hanya 2.200 meter. Sementara itu, luas terminal yang melayani penerbangan internasional pada April nanti diharapkan bisa mencapai 12.920 meter persegi.

Rencananya, Bandara NYIA akan beroperasi penuh Juli 2020 mendatang. Jika rampung, NYIA akan memiliki luas terminal 210 ribu meter persegi atau 12 kali lipat dari Bandara Adisutjipto yang hanya 17.136 meter persegi. Dengan luas tersebut, NYIA diharapkan bisa menampung 14 juta penumpang setiap tahunnya. (dny)