Ilustrasi. Bisnis Kaesang Pangarep. (Ist)

Kenapa Kaesang Pangarep Berbisnis? Begini Ceritanya

JAKARTA (Independensi.com) – Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep mengatakan secara sederhana alasanya terjun ke dunia bisnis adalah untuk mencari uang. Sebab ia tidak mau uang yang dikasih oleh orang tuanya dihamburkan dengan percuma.

“Saya dulu kenapa berbisnis, saya nggak mau pakai uang saya yang dari bapak untuk pacaran maka saya berbisnis biar saya dapat duit sendiri biar saya bisa bayarin pacaran saya sendiri. Jadi cuan adalah jalan ninja saya,” kata Kaesang di Jakarta Utara, belum lama ini, pada acara Hebat Goes To Campus di Universitas Bunda Mulia.

Kaesang menuturkan saat itu selain niat uang merupakan modal untuk menjalankan bisnis. Terlebih uang yang dikasih orang tuanya tidak banyak sehingga perlu menabung lebih agar bisa menjalankan bisnis.

“Dulu zaman SMA bapak ngasih uang jajan itu benar benar dipasin, kadang- kadang saya makan roti cuman 3 dolar sehari dikasih 9 dolar, jadi satu hari gimana caranya bisa sisain 5 dolar ya sudah makan sekali saja. Satu hari makan sekali dalam waktu dua tahun,” ungkap Kaesang.

“Jadi badan saya kurus kerempeng. Tapi dari situ saya bisa kumpulin duitnya. Mungkin bukan bapak saya pelit ya mungkin nggak ada uang dulu,” imbuhnya sambil berkelakar.

Kaesang dikenal sebagai sosok pebisnis muda yang sukses. Kiprahnya dalam dunia usaha sudah tidak diragukan, Sang Pisang hingga Yang Ayam adalah dua dari sekian banyak gurita bisnis yang dijalani.

Terlebih saat sang kakak, Gibran Rakabuming Raka memutuskan terjun ke dunia politik. Deretan bisnis besar pun diserahkan ke Kaesang Pangarep untuk diteruskan. Lantas apa yang jadi motivasi Kaesang terjun ke dunia bisnis ini?

Sebagai informasi, kini Kaesang memiliki sebuah akselarator bernama PT Harapan Bangsa Kita atau dikenal HEBAT. Ini menaungi seluruh brand F&B miliknya yakni Sang Pisang, Ternakopi, Yang Ayam, Siap Mas dan Markobar.

HEBAT juga merupakan sarana Kaesang untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar terus berkembang. Dia mengaku ingin menjadikan UMKM sebagai suatu usaha yang bisa meraup omset hingga miliaran rupiah.