Dian Mariyun memanfaatkan lahan kosong dekat rumahnya untuk berlatih golf. (Foto: Dokumentasi)

Menyiasati Keadaan Saat Pandemi Covid-19

JAKARTA (IndependensI.com) – Seperti halnya para golfer lainnya yang terdampak pandemi Covid-19, Sekretaris Jendral Perkumpulan Golf Blue Tee ini pun sudah hampir kurang-lebih empat bulan lamanya tidak turun ke lapangan golf untuk menyusuri fairway dan hole demi hole.

“Jangankan gobar bersama teman-teman Blue Tee yang berlangsung setiap Rabu seminggu sekali. Gobar dengan anggota komunitas golf yang lain pun tidak ada,” kata Dian Mariyun – Sekretaris Jendral Blue Tee – melalui WA kepada independensi.com beberapa waktu lalu.

Memang betul bahwa mas DM – sapaan akrabnya – bukan golongan golfer mania. Tapi, bagi seorang golfer yang cukup lama tidak turun ke lapangan, pasti akan berpengaruh terhadap permainannya.

Karena, golfer itu ibarat “pilot”, untuk menguasai keahliannya dengan baik dan benar memang dibutuhkan “jam terbang”.

“Kalau dibilang jenuh, suntuk berada #dirumahsaja pasti iya. Tapi, sebagai warga masyarakat – apalagi sebagai golfer yang dalam permainannya harus menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran – saya harus patuh dan mentaati imbauan atau peraturan yang dibuat pemerintah. Apakah itu pemerintah pusat dengan #dirumahsaja dan pemerintah daerah dengan PSBB-nya,” kata mas DM tanpa bermaksud “nyinyir” dan atau “menggurui”.

Dan, seperti halnya warga masyarakat umumnya, mas DM pun baru akan keluar rumah apabila memang ada kepentingan yang mendesak. Tentu saja dia pun mengikuti penerapan protokol kesehatan seperti pakai masker dan sarung tangan plastik (bukan sarung tangan yang biasa dipakai bila bermain golf).

Menjawab pertanyaan mengenai kegiatannya selama ada pandemi Covid-19 dan PSBB yang diterapkan Pemkot Tangerang Selatan, mas DM mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bersyukur. Meskipun ada pandemi Covid-19, mas DM masih bisa bermain golf tentu saja dalam skala yang terbatas.

“Sungguh .. saya sangat bersyukur,” katanya. “Karena di lingkungan kompleks perumahan tempat tinggal saya, ada lahan kosong berumput dengan kontor yang tidak begitu rata. Nahh… di situlah saya berlatih nge-chip, mengayunkan swing tanpa bola. Itu cara saya menyiasati keadaan selama ada pandemi Covid-19,” tambahnya sambil mengekspresikan tawanya dalam bentuk sticker yang sering dilakukan para netizen bila dirinya berada dalam suasana suka cita.

Sebelum berlatih, bersama istri tercinta mas DM berjalan mengelilingi kompleks perumahan tempat tinggalnya.

Dian Mariyun dan istri

Setelah berkeliling beberapa putaran untuk menjaga kesehatan fisik agar tetap imun, barulah mas DM berlatih di lahan kosong berumput yang memiliki kontur tanah agak bergelombang.

“Alhamdullilah kami sekeluarga tetap sehat sampai hari ini. Itu semua adalah berkat lindungan Tuhan yang Mahakuasa. Oleh karena itu kami sekeluarga selalu bersyukur dan berdoan mohon kepada-NYA agar pandemi Covid-19 segera berlalu. Aamiin YRA,” kata mas DM mengakhiri obrolan tertulisnya. (Matthew Bagas Aryo Yudiant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *