Suteepat Prateeptienchai (Istimewa).

Suteepat Prateeptienchai Ukir Sejarah di Mandiri Indonesia Open 2025

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Senyum lebar terukir di wajah Suteepat Prateeptienchai ketika keluar dari green terakhir Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Pegolf asal Thailand itu baru saja memastikan namanya tercatat dalam sejarah Mandiri Indonesia Open 2025. Bukan hanya sebagai juara, tetapi juga pemegang rekor baru skor kemenangan terendah sepanjang turnamen.

Dengan total 264 pukulan atau 24-di bawah-par, Suteepat melampaui catatan Panuphol Pittayarat (265) yang bertahan sejak 2017. Performa impresif itu diperkuat dengan lima birdie dan dua eagle di putaran final.

“Saya memulai dengan cukup baik hari ini. Titik baliknya adalah hole keenam, di mana saya mencetak eagle dari jarak 254 yard. Setelah itu saya merasa percaya diri dan memimpin dengan selisih tiga pukulan,” kata Suteepat seperti dikutip dari rilis penyelenggara.

Sebelum datang ke Jakarta, Suteepat dikenal sebagai spesialis juara di Taiwan. Tiga gelar Asian Tour sebelumnya ia raih di sana. Itu sebabnya, kemenangannya di Indonesia kali ini terasa istimewa. “Semua orang bilang saya hanya bisa menang di Taiwan. Ini pertama kalinya saya menang di luar Taiwan, jadi ya, saya sangat senang,” ungkapnya dengan nada lega.

Jakarta juga menyimpan kenangan manis baginya. Pada 2022, ia meraih tiga gelar di Asian Development Tour (ADT) yang digelar di Indonesia, sekaligus mengantarkannya menjadi juara Order of Merit ADT. Dari sinilah jalan menuju Asian Tour terbuka lebar.

Kisah inspiratif juga datang dari pegolf Indonesia, Kevin Caesario Akbar. Bermain penuh percaya diri, Kevin berhasil finis di peringkat T7, penampilan terbaiknya di Indonesia Open.

“Hari ini saya bermain sangat rileks. Apalagi ketika ada istri dan ibu mertua yang datang menemani saya di back nine, itu jadi titik balik keberhasilan saya,” ujar Kevin, yang membukukan skor 66 di putaran akhir.

Selain Kevin, ada Naarajie Emerald Ramadhanputra di T20, Gabriel Hansel Hari di T64, dan pegolf amatir Amadeus Susanto yang menutup turnamen di posisi 70.

Sementara Ketua Umum PB PGI, Japto S. Soerjosoemarno menegaskan, turnamen ini sesuai misi organisasi. “Kami ingin pegolf Indonesia semakin percaya diri di level internasional. Tahun lalu hanya dua yang lolos cut, sekarang ada empat termasuk satu amatir. Itu perkembangan yang membanggakan,” ujarnya.

Sebagai sponsor utama, Bank Mandiri mengapresiasi energi besar para pegolf.

“Mandiri Indonesia Open 2025 bukan hanya sebuah turnamen, tetapi juga panggung yang menampilkan determination dan excellence. Swing para pegolf menghadirkan cerita tentang passion dan resilience,” kata Henry Panjaitan, pejabat eksekutif PT Bank Mandiri.

Mandiri Indonesia Open 2025 bukan hanya cerita tentang angka-angka di leaderboard. Bagi Suteepat, kemenangan ini adalah jawaban atas keraguan. Bagi Kevin, pencapaian 10 besar adalah bukti konsistensi dan dukungan keluarga. Dan bagi golf Indonesia, turnamen ini adalah tanda bahwa mimpi besar di panggung dunia kian dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *