Jauza Fadhila dan Ribka Sugiarto (Istimewa)

Jauza/Ribka Melaju

JAKARTA (IndependensI.com) – Beda hasil diperoleh dua pasangan ganda putri Indonesia di babak perempat final Asia Junior Championships 2017. Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto sukses melaju ke semifinal, sedangkan Serena Kani/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti.

Kemenangan Jauza/Ribka diperoleh dalam dua game langsung 21-12 dan 21-15 atas Yang Chenxue/Zhou Meng, Tiongkok. Keduanya berhasil tampil kompak dalam mengatasi lawannya tersebut. “Kami main menyerang. Menekan lawan terus dari awal sampai akhir. Jangan sampai kasih bola yang enak ke lawan. Tidak ada pola khusus, karena kami baru pertama kali berhadapan dengan lawan,” ungkap Jauza seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI, Jumat (28/7).

Sayang langkah Jauza/Ribka tak bisa diikuti Serena/Mentari. Jika menang, keduanya akan saling berhadapan di semifinal. Namun Serena/Mentari harus mengakui keunggulan lawannya dari Tiongkok, Xuanxuan Liu/Yuting Xia. Serena/Mentari kalah dengan skor 13-21 dan 17-21. Dengan demikian Xuanxuan/Yuting lah yang akan dihadapi Jauza/Ribka untuk berebut tiket final.

Jauza/Ribka merupakan “racikan” ganda putri baru yang dipasangkan untuk turnamen ini. Keduanya pun mengaku senang bisa mencapai babak semifinal kejuaraan yang berlangsung di Jaya Raya Sports Hall Training Center, Jakarta ini. “Seneng bisa ke semifinal Asia Junior setelah tahun ketiga saya ikut. Kuncinya saya main yakin, jangan lengah, pokoknya pengen berusaha terus. Saya ingin memberikan yang terbaik,” kata Jauza ditemui usai bertanding.

“Pertamanya nggak ada target khusus. Kalau bisa masuk semifinal bagus. Tapi pas sudah sampai semifinal, tanggung jadi pengen bisa mencapai lebih. Pokoknya fight terus, mainnya lebih berani dan lebih percaya diri,” kata Ribka menambahkan. “Masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau masalah kompak sudah lumayan. Mungkin kalau bola-bola sambungannya yang masih harus diperbaiki. Yang penting komunikasi terus di lapangan,” kata Jauza lagi.

Tingkatkan Konsentrasi

Indonesia berhasil mengamankan tiket semifinal yang pertama, melalui pasangan ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Rehan/Fadia melaju bersama tiga wakil Korea, yaitu Kang Min Hyuk/Baek Ha Na, Sung Seung Na/Ah Yeong Seong dan Chan Wang/Kim Min Ji. Satu tiket final sudah dipastikan untuk Korea. Sementara Rehan/Fadia, untuk melaju harus berhadapan lebih dulu dengan Chang/Kim.

Dikepung tiga pasangan Korea, Rehan/Fadua mengaku sudah banyak mempelajari permainan lawan-lawannya tersebut. Masalah konsentrasi dan fokus di lapangan, menjadi dua hal yang cukup menjadi perhatian Rehan/Fadia. “Mereka mainnya konsentrasinya lebih bagus. Dari awal sampai akhir bisa konsisten terus,” kata Fadia mengenai pemain Korea. “Konsentrasinya mereka jarang hilang, mau cari poin berapa aja gampang. Jadi kami harus konsentrasi lebih lagi, harus berani lebih capek lagi,” imbuh Rehan.

Bertemu dengan Chang/Kim, Rehan/Fadia siap tampil lebih berani dan capai di lapangan. Diakui Rehan/Fadia, calon lawannya ini merupakan pasangan yang cukup kuat dan perlu diwaspadai. “Besok harus lebih yakin lagi dan kurangin mati sendiri. Soalnya Korea kan mainnya lebih tahan. Harus berani lebih nahan lagi, berani lebih capek lagi,” kata Rehan.
“Kakinya harus lebih siap terus. Sama Korea kan defendnya lebih bagus, jadi harus siap terus siapapun lawannya,” sambung Fadia.

Sebelumya, Rehan/Fedia ke empat besar usai mengalahkan Wei Chong Man/Sueh Jeou Tan, Malaysia. Mereka menang 21-18, 19-21 dan 21-17 dalam waktu 55 menit. Rehan/Fadia menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Lima wakil merah putih lainnya sudah terhenti lebih awal dari Rehan/Fadia. “Tekanan pasti ada, karena kami tinggal sendiri. Jadi kami main lepas. Harus bisa,” ujar Rehan optimis.