Suasana lokasi pertandingan Kejuaraan Dunia 2017 di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia. (Istimewa)

Ahsan/Rian Siap Tanding

JAKARTA (IndependensI.com) – Ganda putra Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro akan memulai laga di Kejuaraan Dunia 2017 melawan ganda Swedia, Nico Ruponen/Richard Eidestedt asal Swedia di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, Senin (21/8) waktu setempat atau Selasa (22/8) WIB. Kedua pasangan belum pernah bertemu tetapi Ahsan/Rian mengaku persiapan mereka sudah sangat baik jelang laga perdana.

“Persiapannya sudah baik, tinggal nanti bagaimana di lapangannya saja. Kami sudah mencoba lapangan pertandingan sebanyak dua kali dan tidak ada masalah berarti dalam adaptasi. Angin dan lampu semuanya baik,” kata Ahsan seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI, Senin (21/8). Ahsan pada tahun 2015 berhasil menjadi juara di ajang ini bersama Hendra Setiawan. Sekarang bersama Rian Agung Saputro, Ahsan tidak mau gegabah dalam menentukan target.

Selain Ahsan/Rian, empat wakil Indonesia lainnya juga akan bertanding. Mereka adalah Tommy Sugiarto yang akan ditantang wakil Hong Kong, Hu Yun, Lyanny Alessandra Mainaky yang bertemu Kate Foo Kune perwakilan dari Mauritius dan dua ganda campuran, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini dan Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia yang masing-masing akan berhadapan dengan Ronan Labar/Audrey Fontaine dari Perancis dan Toby Ng/Rachel Honderich asal Kanada.

Kejuaraan ini pada tahun lalu tidak diselenggarakan sehubungan dilangsungkannya olimpiade. Ajang ini digelar pada 21-28 Agustus 2017 dan diikuti para pebulutangkis terbaik dari seluruh dunia. PP PBSI sendiri menurunkan 12 wakil dan memasang target satu gelar di nomor ganda putra atau ganda campuran. Herry Iman Pierngardi, pelatih ganda putra Indonesia memastikan timnya yang berjumlah tiga pasang yaitu, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro siap untuk menyumbang gelar seperti harapan PP PBSI.

“PP PBSI menargetkan ganda putra juara, ya kami siap untuk juara,” kata Herry. “Tiga pasang ganda putra sudah siap tanding. Melihat drawing peluang besar tetap di Marcus/Kevin,” lanjut Herry. Walau mengandalkan Marcus/Kevin untuk menyabet gelar juara, Herry mengungkapkan dia tidak mengecilkan dua pasangan lain dan malah berharap Angga/Ricky dan Ahsan/Rian juga termotivasi untuk memberikan kejutan.

Kendati demikian, persiapan ganda putra jelang Kejuaraan Dunia 2017 ini memang bukan tanpa masalah. Marcus/Kevin yang gemilang usai torehkan hattrick di kelas Super Series dan Super Series Premier di awal tahun diganggu oleh cedera yang dialami Kevin bulan Juni lalu sedangkan Angga/Ricky pun tak kunjung membaik performanya tahun ini dan sempat mendapat peringatan keras dari Herry. Begitu juga dengan Ahsan/Rian, sempat juara di China International Challenge 2017, pasangan beda generasi ini seakan sulit menembus papan atas dunia.

Herry tetap optimis menatap ajang ini, menyusul kondisi sulit sudah terlewati dengan baik oleh anak asuhnya. “Kondisi mereka semua baik dan sudah bagus, Kevin sudah normal dan tidak ada masalah dengan cederanya. Angga/Ricky yang sempat menurun, di latihan saya lihat sudah ada peningkatan dan perubahan cara permainan. Mereka yang cenderung defensif, sekarang berani menyerang. Hanya itu kan baru saat latihan, nanti hasilnya baru akan terlihat saat pertandingan. Intinya saya optimis dengan mereka,” ucap Herry.

Pada penyelengaraan terakhir di tahun 2015, Indonesia berhasil mencetak satu juara dunia lewat torehan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di sektor ganda putra. Saat itu, Hendra/Ahsan juara di publik sendiri, di Istora Senayan, Jakarta.