Tommy Sugiarto. (Dok/Ist)

Tommy Amankan Laga Awal

JAKARTA (IndependensI.com) – Pebulutangkis spesialis tunggal putra, Tommy Sugiarto mengamankan laga pertama penyisihan grup B kejuaraan World Tour Finals 2018 yang berlangsung di Guangzhou, China, Rabu (11/12/2018). Seperti dikutip dari Antara, Tommy, menang dalam tiga gim atas pemain Thailand Kantaphon Wangcharoen 21-18, 18-21, 21-11 selama 89 menit permainan.

Pertemuan pada kejuaraan berhadiah total US$ 1,5 juta itu semakin menambah dominasi Tommy atas Kantaphon menjadi 4-0 setelah pertemuan keduanya dalam Thailand Terbuka 2018. “Kami sudah sering bertemu dan sudah tahu pola permainan masing-masing. Saya bermain lebih sabar dan lebih tahan. Pada gim ketiga, saya melihat penampilan lawan sudah jauh menurun dibanding gim pertama dan kedua,” kata Tommy.

Tommy mengaku telah menyesuaikan pola serangan dan bertahan dengan kondisi shuttlecock dalam kejuaraan itu. “Saya sempat bermain terburu-buru pada gim kedua, padahal ada kesempatan untuk mematikan lawan. Saya memulai laga seakan dari awal pada gim ketiga dan tidak memikirkan kekalahan gim kedua,” kata Tommy.

Putra juara dunia 1983 Icuk Sugiarto ini akan menghadapi pemain India Sameer Verma pada pertandingan lanjutan grup B pada Kamis (13/12) setelah kemenangannya atas Kantaphon. Verma pada laga pertamanya, kalah dari pemain unggulan pertama Kento Momota dalam dua gim langsung 18-21, 6-21. “Saya dan Verman sudah beberapa kali berhadapan. Kami sudah saling menang dan kalah,” kata Tommy tentang catatan pertemuannya 1-1 dengan Sameer Verma itu.

Sementara itu ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga melewati tanding pertama dengan kemenangan di babak penyisihan grup B. Hafiz/Gloria menang dalam tiga gim atas ganda campuran Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino 21-18, 16-21, 21-18 dalam 69 menit  bermain. Kemenangan di Guangzhou itu menjadi kemenangan pertama Hafiz/Gloria dengan pemain peringkat tiga dunia itu setelah mengalami dua kali kekalahan sebelumnya pada turnamen Malaysia Masters dan China Terbuka 2018.

“Kami berusaha bermain tenang pada gim pertama dan lebih yakin. Kami sudah mempelajari pola permainan lawan dan hanya perlu menerapkannya dalam pertandingan,” kata Hafiz. Meskipun telah mengantongi satu kemenangan pada penyisihan grup B, Hafiz mengaku akan mengevaluasi kekalahannya pada gim kedua dari Yuta/Arisa.

“Pada kejuaraan ini, semua pertandingan serasa putaran final. Kami tidak ingin lengah karena satu poin akan sangat beharga,” kata Hafiz tentang keberhasilan mereka mengamankan kemenangan pertama. Gloria mengatakan, tipe kok dalam kejuaraan World Tour Finals 2018 itu justru menguntungkan kubu Indonesia karena lawan tidak mudah memberikan serangan. “Kami hanya perlu menjaga fokus permaian dan berada serangan. Kami sempat bingung setelah unggul 15-10 pada gim kedua dan terbawa pola permainan lawan,” kata Gloria tentang kekalahannya pada gim kedua.

Pada pertandingan lain grup B ganda campuran, Hafiz/Gloria akan menghadapi pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada Kamis (13/12) dan ganda China Wang Yilyu/Huang Dongping pada Jumat (14/12).