Direktur Kebun Binatang Cologne, Christopher Landsberg (kiri), bertemu dengan Elizabeth Reichert. (Bild)

Nenek Ini Sumbangkan Rp293 Miliar untuk Kebun Binatang

JAKARTA (IndependensI.com) – Seorang nenek di Amerika Serikat menyumbangkan US$ 22 juta (Rp293 miliar) untuk kebun binatang di Cologne, Jerman. Janda berusia 93 tahun itu mengatakan sumbangan itu merupakan tanda terima kasihnya untuk Cologne, kota tempat dia dan suaminya bertemu saat Perang Dunia II.

“Kami tak pernah melupakan Cologne,” kata Elizabeth Reichert kepada surat kabar Koelner Stadt-seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (1/9/2017).

Koleksi Kebun Binatang Cologne

Elizabeth mengatakan bahwa dia dan suaminya, seorang Yahudi bernama Arnulf Reichert, sama-sama tumbuh besar di Cologne. Mereka bertemu di kota di belahan barat Jerman itu pada 1944, ketika Arnulf bersembunyi dari kejaran Nazi Jerman.

Mereka menikah setahun kemudian setelah perang berakhir. Pasangan itu kemudian pindah ke Israel sebelum menetap di AS. Di Negeri Paman Sam, keduanya meraih keberhasilan.

Elizabeth mengatakan dia bekerja sebagai penata rambut. Suaminya bekerja sebagai penjual hewan peliharaan dan makanan hewan peliharaan. Mereka kemudian membangun usaha sendiri dan menghasilkan banyak uang.

Tidak lama sebelum suaminya meninggal pada 1998, pasangan tanpa anak itu sepakat menyumbangkan uang mereka ke Kebun Binatang Cologne setelah mereka meninggal.

“Saat kami mulai memikirkan tentang apa yang mau kami lakukan dengan uang kami, muncullah kenangan kami. Dengan disumbangkan ke kebun binatang, saya yakin uang kami akan dimanfaatkan dengan baik,” kata Elizabeth.

Suami istri Reichert sudah lama mencintai kebun binatang. Pada 1954, mereka memberikan penyu bercangkang lunak ke kebun binatang.

Sesuai wasiatnya, sumbangan dana US$22 juta untuk kebun binatang baru efektif setelah Elizabeth meninggal. Uang itu akan diberikan bertahap setiap tahun oleh Yayawan Arnulf Reichert.

Direktur kebun binatang, Christopher Landsberg, mengaku sempat tidak percaya dengan besarnya nilai sumbangan yang akan mereka dapatkan. “Saya hampir jatuh dari kursi,” kata Landsperg kepada kantor berita DPA.