Ilustrasi

Sejumlah Desa di Kabupaten Gresik Alami Kekeringan

GRESIK (IndependensI.com) – Dampak musim kemarau yang terjadi pada beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah Desa, diwilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami kekeringan.

Bahkan, ada sejumlah Desa yang dikategorikan kering keritis. Sebab sumur, waduk, telaga maupun embungnya sudah tidak lagi memiliki air yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari warga.

Sulastri (33) seorang warga Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang menuturkan, sudah sebulan lebih desanya dilanda kekeringan. Sehingga warga harus menempuh jarak hingga 3 kilometer untuk mendapat air yang dibutuhkan.

“Sekarang ini sulit sekali untuk mendapatkan air mas, sumur dan waduk yang ada di desa ini sudah mengering ngak ada airnya. Padahal, air waduk itu yang biasa kita gunakan,” ujarnya kepada independensi.com, Selasa (12/9/2017).

“Sebenarnya ada sumber air didesa sebelah yang masih terdapat sumber air, tapi jaraknya jauh. Kita harus tempuh jarak hingga 3 kilometer terus ambilnya juga harus mengantri lama,” katanya.

Di tanya independensi.com terkait bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai instansi yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memberikan bantuan. Sulastri menyatakan bantuan air dari BPBD belum ada di desanya.

“Bantuan air bersih yang kami terima dari tentara (TNI-red) mas, kalau dari BPBD belum ada. Mestinya ini menjadi tanggung jawab BPBD tapi malah belum ada bantuannya,” keluhnya.

“Kami warga desa ini berharap BPBD Gresik segera memberikan bantuan air bersih. Karena air sangat kami butuhkan untuk keperluan sehari-hari,” tandasnya. (Rezereno)