Warga Desa Bunton Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur, gelar aksi protes diarea proyek tol KLB

Warga Bunton Protes Pengerjaan Proyek Tol KLB

GRESIK (IndependensI.com) – Aksi protes terhadap proyek pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder (KLB), dilakukan oleh puluhan warga Desa Bunton, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik Jawa Timur. Untuk menuntut agar pelaksana proyek tidak menutup akses jalan menuju ke area persawahan.

Warga yang protes, dengan membentangkan spanduk dan poster tuntutan menduduk akses jalan yang menuju kelokasi proyek. Mereka mendesak agar akses jalan menuju persawahan dibuka. “Kami meminta kontraktor membuka jalan, yang menuju kearea persawahan kami. Karena, kami tidak bisa menuju sawah kami,” teriak, Khoiri Koordinator Aksi.

“Padahal sebelumnya sudah ada perjanjian antara kontraktor dengan petani, yang isinya akses ke persawahan tidak diputus. Namun, ternyata setelah berjalannya proyek kontraktor proyek malah menutup akses jalan kesawah. Akibatnya para petani yang hendak ke sawah harus memutar lebih jauh dari biasanya karena aksesnya ditutup oleh kontraktor,” tuturnya, Selasa (10/10/2017).

Di tambahkan Khoiri, akibat pemutusan akses kearea persawahan juga menyebabkan banjir. Sebab, air tidak bisa mengalir ke areal persawahan. Selain itu, salauran irigasi untuk mengatur aliran air juga tidak ada.

“Proyek pembangunan tol ini, juga telah menimbulkan polusi debu. Sebab debunya telah mengotori rumah, masjid, sekolah dan juga pakaian yang dijemur warga. Jika persoalan itu tidak segera ditindaklanjuti, warga akan terus menderita, bahkan terserang penyakit lantaran polusi debu itu. “Apalagi proyek rencananya akan berlangsung selama tiga tahun,” urainya.

“Dalam aksi ini, kami juga meminta kompensasi terkait kerugian akibat gangguan kenyamanan, kesehatan kepada penyelenggara proyek. Kami juga meminta trowongan, supaya akses jalan menuju sawah tidak jauh. Kalau tidak ditanggapi, maka kami akan kembali demo dengan jumlah massa aksi yang lebih besar dari yang ada sekarang,” tegas dia.

Terkait tuntutan warga, I Ketut Darmawahana Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) 8 Jawa Timur, menyatakan pihaknya akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan pihak kontraktor. “Iya, nanti kami tindaklanjuti terkait protes dari masyarakat,” ucapnya. (Rezereno)