Mentan ikut panen di lahan rawa lebak di Kalimantan Selatan. (Humas Kementerian Pertanian)

Mentan Pastikan Kalimantan Selatan Siap Wujudkan Nawa Cita Sektor Pertanian

JAKARTA (Independensi.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) siap mewujudkan program Nawa Cita di sektor pertanian.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Upsus Pangan, di Novotel Hotel, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Rabu (15/11/2017).

Rakor yang dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Pangdam Mulawarman yang diwakili Aster Kodam, seluruh Dandim dan jajaranya dan serta 13 Kepala Daerah se-Kalimantan Selatan bersama Kepala Dinas terkait dan Stake Hollder lingkup Kalsel.

Mentan menyatakan dalam kunjungan kerja selama satu bulan di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara bahkan Kalimantan Tengah sepakat menjadi Sentra Beras Organik dan fokus pada ekspor dengan membangun 300.000 hektare lahan khusus padi organik.

“Hari ini di tempat ini, saya mengajak kita semua untuk fokus membangkitkan raksasa tidur di Kalsel yaitu lahan rawa lebak sama seperti di Sumsel. Bila ini terwujud dalam 2 tahun, saya yakin kita akan dapat memasok pangan untuk Asia Tenggara bahkan Asia,” ujarnya.

Terkait itu, kata Mentan, Kementerian Pertanian menyiapkan semua alat yang dibutuhkan, dimana saat ini ada 14-50 traktor besar, juga akan siapkan 20 eskavator besar, combine harvester. “Seluas 100.000 hektare lahan rawa lebak harus kita wujudkan di Sumsel,” ujarnya.

Mentan juga meminta Pemda Kalsel menyiapkan lahan jagung 200.000 hektare, atau setara Rp400 miliar, benih, dan pupuknya.

Sementara itu, dalam sambutannya Mentan juga kembali mengingatkan, seraya berterima kasih kepada semua unsur yang sudah menyumbangkan pemikiran dan tenaga mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

Mentan menyatakan perlunya sinergisitas dengan TNI untuk mewujudkan kedaulatan pangan karena kedaulatan pangan adalah ketahanan negara.

Mentan mencontohkan saat ini Indonesia sudah tidak lagi impor beras, bahkan sudah ekspor jagung dimana sebelumnya impor mencapai 3,6 juta ton.

Di samping itu, lanjut Mentan, bawang merah sudah ekspor ke beberapa negara, cabai merah yang dulu suka gonjang-ganjing sudah diselesaikan, tidak ada lagi impor cabai merah segar, namun Mentan mengingatkan semua itu jangan langsung membuat puas.

Mentan menambahkan sinergitas TNI dengan rakyat sudah terbukti bahkan dunia mengenal “Sistem Perang Gerilya” yang memadukan kekuatan rakyat dan TNI.

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan Shahbirin Noor, menegaskan kesiapan Kalimantan Selatan sebagai salah satu sentra pangan Kalimantan.

“Insya Allah Kalimantan Selatan akan siap dan bekerja keras mewujudkan cita-cita bersama demi kehormatan bangsa dan negara, seperti yang dimintakan Menteri Pertanian. Kami sangat menghormati beliau “Mentan Andi Amran Sulaiman” pekerja keras dan cerdas. Rakyat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap, mewujudkan Nawa Cita bapak Presiden Jokowi,” pungkas Gubernur.