orang-orang yang bekerja di perpustakaan merupakan orang yang cerdas dan mampu mencerdaskan generasi penerus

Siapa Bilang Pustakawan Orang Buangan?

SAMARINDA (independensi.com) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur M Aswin mengatakan bahwa pengelola perpustakaan bukan merupakan orang buangan, tetapi orang yang dipercaya mencetak generasi cerdas melalui bahan bacaan dan informasi yang dikelola.
“Ada yang bilang bahwa orang yang ditugaskan mengurus perpustakaan adalah semacam orang buangan. Pernyataan ini jelas salah karena justru dari perpustakaan, banyak generasi yang tumbuh cerdas,” ujar Kepala Dispusip Provinsi Kaltim M Aswin di Samarinda, Jumat.
Saat penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah yang digelar di Dispusip Kaltim pada Kamis (16/11), Aswin juga mengatakan bahwa perpustakaan merupakan gudang ilmu yang tak terukur manfaatnya karena di dalamnya ada bermacam informasi untuk mencerdaskan anak bangsa.
Ia minta kepada 32 orang pengelola sekolah yang telah mengikuti diklat pengelolaan perpustakaan tersebut, ke depan harus terus berinovasi dan mengubah wajah perpustakaan sekolah menjadi lebih baik sehingga mampu menarik minat siswa untuk datang dan menyerap pengetahuan dalam perpustakaan.
Inovasi ini juga untuk membuktikan bahwa orang-orang yang bekerja di perpustakaan merupakan orang yang cerdas dan mampu mencerdaskan generasi penerus, yakni melalui berbagai bahan bacaan baik yang berbentuk buku maupun informasi digital yang dikelola, maka mampu meningkatkan pengetahuan pelajar dan masyarakat.
Apalagi jika para pengelola perpustakaan sekolah merasa bahwa mengurus bahan bacaan menjadi hobi (kegemaran) karena dari sini juga bisa menyerap aneka pengetahuan, tentu tidak ada hal yang berat dalam bekerja, mengingat apa pun pekerjaan yang dilandasi dengan hobi apalagi rasa cinta, pasti semuanya menjadi ringan dilakukan.
Ia mencontohkan dengan orang yang hobi memancing, mereka rela mengeluarkan uang antara Rp5 juta hingga Rp10 juta ketika berangkat memancing. Uang sebesar itu untuk menyewa kapal hingga membeli peralatan pancing terbaik yang harganya tidak murah.
Apalagi jika dalam bekerja dilandasi dengan rasa ikhlas dan diniatkan sebagai ibadah untuk mencerdaskan siswa serta generasi muda, tentu setiap hal yang dilakukan menjadi ringan karena tidak ada rasa keterpaksaan sedikitpun.
“Selain menyajikan berbagai buku dan informasi dari dalam maupun luar negeri tentang aneka pengetahuan, perpustakaan juga menjadi deposit dari karya putra-putri bangsa mengenai gagasan yang dituangkan dalam bentuk buku atau digital. Informasi ini tentu sangat bermanfaat sebagai bahan referensi, sehingga pengelola juga mendapat pahala karena mempermudah pengguna,” ujarnya.