Ilustrasi. Mentan Amran Sulaiman. (Ist)

Mentan Optimistis Tahun 2045 RI Jadi Lumbung Pangan Dunia

JAKARTA (Independensi.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia mempunyai mimpi besar di tahun 2045, yaitu menjadi lumbung pangan dunia. Untuk itu, Indonesia akan gencar melakukan ekspor.

“Mimpi besar kita semua, di 2045 mendatang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran dalam acara syukuran panen di Desa Karang Layung, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017), seperti dikutip dari laman ekonomy.okezone.

Menurut Amran, syukur panen ini memiliki makna yang sangat penting karena ini menunjukan Indonesia sudah swasembada pangan dan ini merupakan janji pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla.

Dalam swasembada pangan, dulu Indonesia di 2014 pada produksi jagung masuk 9 besar dunia, hari ini Indonesia masuk 7 besar dunia dan 2 atau 3 tahun kedepan Indonesia masuk 5 besar dunia.

“Puluhan tahun Indonesia mengalami impor beras namun hari ini kita sudah ekspor yang pertama kali adalah Jawa Barat melakukan ekspor beras ke Belgia, berikutnya yang melakukan ekspor dari Indramayu,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Amran, Gubernur Jawa Barat harus lebih meningkatkan produksi padi Jawa Barat, selama ini beliau sudah bekerja keras dan cerdas tidak pernah mengirimkan proposal tetapi menjelaskan masalah dan prospek kedepan.

“Petani Indonesia adalah pahlawan bangsa, mereka bisa memberikan makan kepada kita tanpa impor bahkan sudah impor bukan hanya beras saja melainkan jagung, bawang dan rempah-rempah,” paparnya.

Ketua Umum HKTI, Jenderal TNI (Purn), Moeldoko mengatakan, syukur panen ini dilakukan karena petani Sukra sukses menuai hasil pertanian. Dari sekitar 3.000 hektar lahan, petani setempat berhasil mendapatkan sekitar 7 ton/hektar padi atau di atas rata-rata nasional yakni 4,5-5 ton/hektare.

“Kalau kita berbicara pertanian Indonesia, ada culture atau budaya dan ada teknologi. Syukur panen ini adalah bagian budaya kita bangsa Indonesia,” kata dia.

Moeldoko berharap, syukur panen ini bisa lebih memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan hasil pertanian. Caranya adalah dengan menggunakan teknologi pertanian yang tepat.

“Dengan teknologi, kita bisa bertani secara berkepastian, bukan semoga,” terangnya.

Moeldoko mencontohkan, dengan teknologi yang dikembangkan HKTI, yakni benih M70D dan M400, petani bisa memanen padi sedikitnya 9 ton/hektare.

“Bahkan di lahan milik mantan Wali Kota Malang Bapak Peni Suparto di Kepanjen, dengan pupuk organik dan pengendalian hama yang baik, benih M70D dan M400 bisa menghasilkan 11,2 ton/hektare,” ujarnya.

Karena besarnya pengaruh teknologi terhadap hasil pertanian dewasa ini, Moeldoko berharap pada generasi muda Indonesia yang gandrung dengan teknologi. Mantan Panglima TNI ini bersyukur gerakan ke sana sudah ada.

“Saya bersyukur sekarang mulai ada gerakan baru, sebuah kesadaran anak-anak turun ke lapangan dan menggarap lahan. Mereka kami sebut petani milenial,” tuturnya.

Moeldoko menambahkan HKTI saat ini juga terus membina para petani milineal. Mereka tergabung dalam Pemuda Petani Indonesia dan Wanita Tani Indonesia.

“Kami pun sudah mempunyai Ketua Petani Muda Indonesia dengan tujuan untuk menarik para generasi muda turun ke lahan pertanian,” tambahnya. (Berbagai sumber)