beberapa pekan terakhir ini harga Ikan Tuna naik drastis menjadi Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Gelombang Laut Lambungkan Harga Ikan Tuna

Loading

MALANG (independensi.com) – Harga ikan tuna segar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru, Kabupaten Malang, naik drastis sejak beberapa pekan terakhir ini akibat tingginya gelombang laut sehingga nelayan enggan melaut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang Endang Retnowati di Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan harga ikan tuna segar di TPI Sendangbiru sebelumnya Rp17 ribu-Rp19 ribu per kilogram. Namun, beberapa pekan terakhir ini harganya naik drastis menjadi Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga ikan tuna segar ini sebagai dampak dari pengaruh gelombang laut yang cukup tinggi,” kata Penurunan tangkapan ikan hingga 15 sampai 18 persen itu disebabkan tingginya gelombang yang mencapai 3-6 meter dan dipengaruhi Siklon Tropis Cempaka, sehingga nelayan di wilayah selatan tidak berani melaut. Penurunan ikan tangkap laut akan berlangsung sampai pertengahan Januari 2018.

Informasi dari BMKG, dampak dari Siklon Tropis Cempaka adalah terjadinya hujan lebat disertai angin yang terjadi di hampir seluruh wilayah pesisir Jawa mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Kecepatan angin disertai hujan dari Siklon Tropis Cempaka, bisa mencapai kecepatan 30 knot.

Menurut Endang Retnowati yang akrab dipanggil Atim tersebut, kondisi itulah yang berdampak pada penurunan produksi ikan tangkap laut, termasuk ikan tuna yang selama ini menjadi “primadona” bagi pengunjung TPI Sendangbiru hingga konsumen mancanegara, seperti Jepang. Ikan tuna yang dihasilkan dari pesisir laut selatan Malang memiliki kandungan protein tinggi.

Ia mengakui selama ini hasil tangkapan ikan tuna di Kabupaten Malang menjadi komoditas unggulan dan primadona, bahkan sudah memasuki pangsa ekspor ke sejumlah negara, meski volumenya masih kecil.

Hingga Triwulan III 2017, hasil tangkapan (produksi) ikan tuna mencapai 1.354,12 ton, dendan rincian 376 ton ikan tuna besar dan 978 ton adalah baby tuna.

“Tahun ini memang agak sedikit menurun produktivitasnya (hasil tangkapan) karena cuaca hujan dan ombak cukup tinggi, sehingga nelayan tidak melaut. Namun, kami optimistis produksi tangkap ikan tuna tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu, paling tidak meningkat sekitar lima persen,” ujarnya.

Produksi (hasil tanhkap) ikan secara keseluruhan pada 2016 mencapai 11.500 ton dari sekitar 11 ribu nelayan di Kabupaten Malang. Potensi berbagai jenis ikan laut di pesisir selatan Malang lebih dari 400 ribu ton per tahun.

Selain tuna yang menjadi primadona, ada beberapa jenis ikan yang juga cukup mudah dijumpai di laut selatan Malang, yakni cakalang, kerapu, kakap merah, tengiri, udang, dorang, serta teri. (ant)