Persiapan panen padi di kecamatan Mekongga.  (Humas Kementerian Pertanian)

Di Musim Paceklik, Petani di Bandung Tetap Panen

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Saluyu, Sinar Jaya dan Subur Makmur di Kabupaten Bandung tengah bergembira, pasalnya di musim paceklik tahun 2017 mereka tetap panen.

Demikian dalam keterangan pers kepada Independensi.com, Minggu (24/12/2017).

Produksi padinya pun juga melimpah seperti halnya di beberapa Kabupten di sentra padi lainnya di provinsi Jawa Barat, sehingga mampu menyediakan beras guna memenuhi konsumsi masyarakat. Pasokan beras saat ini cukup dan sekaligus mampu menjaga harga beras stabil.

Hal ini dilaporkan Tisna Umaran, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, selaku anggota Tim Upaya Khusus Swasembada Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), saat persiapan panen padi di kecamatan Mekongga.

Di atas lahan 15 hektare (Ha) dengan varietas pada IR24, gapoktan Saluyu dengan produktivitas 8 ton/Ha, sementara gapoktan Subur Makmur panes d atas lahan 5 Ha dengan varietas Ciherang dan produktitas 6,8 ton/Ha dan kelompok tani Sinar Jaya yang menggunakan varietas padi Sudar diatas lahan 25 Ha dapat panen dengan produktiftas 7 ton/Ha.

Banun Harpini, selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Upsus Pajele di provinsi Jawa Barat menjelaskan, terjaminnya produksi padi Kabupaten Bandung ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi.

Sebagai contoh, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Kementan, luas tanam padi secara nasional pada Juli – September 2017 mencapai 1,0 – 1,1 juta hektar perbulan. Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar perbulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional 2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli -September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektare atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektare, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektare, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014. Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektare, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar (-)

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi : Antarjo Dikin – Tim Upsus Propinsi Jawa Barat (Mobile Phone : +62 813-9915-5774)