Panen berlangsung di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung. (Humas Kementerian Pertanian)

Sentra Pangan Lebak Banten Geliat Panen

JAKARTA (Independensi.com) – Kabupaten Lebak merupakan sentra pangan kedua khususnya produksi padi di Provinsi Banten. Tak heran jika wilayah ini termasuk ke dalam kelompok wilayah penyangga pangan ibukota bersama dengan Kabupaten Serang dan Pandeglang.

Panen di wilayah Kabupaten Lebak terus berlangsung hingga saat ini. Panen berlangsung di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung yaitu di Kelompok Tani Bina Tani dan Kelompok Tani Bojong Neros dengan total luas panen 8 hektare (ha) pada tingkat produktivitas sekitar 4-5 ton/ha.

Demikian dalam keterangan pers diterima Independensi.com, Rabu (24/1/2018).

Panen dilakukan pada pertanaman dengan Varietas Mekongga dan Ciherang yang diperoleh petani melalui program bantuan benih bersubsidi dari pemerintah. Anggota kedua Poktan tersebut mengakui bahwa mereka sangat terbantu dengan benih bersubsidi tersebut karena sangat meringankan biaya produksi yang seharusnya mereka keluarkan.

Selain itu, petani juga sangat bersyukur dengan keberadaan irigasi yang telah dibangun pada lokasi kedua poktan tersebut. Kini, petani dapat berusahatani dengan baik tanpa khawatir kekurangan air.

Panen di Kabupaten Lebak juga berlangsung di Kec. Sajira pada hamparan seluas 5 ha dengan tingkat produktivitas 4-5 ton/ha. Harga jual gabah di wilayah ini sekitar Rp. 4000/kg Gabah Kering Panen (GKP).

Panen di Kabupaten Lebak tidak akan terhenti pada kedua wilayah kecamatan tersebut karena terus akan berlanjut pada wilayah kecamatan lainnya. Petani. Lebak berharap hasil tahun ini bisa meningkat dan bulir padi yang dihasilkan bernas. (eff)