Presiden Cile Sebastian Pinera (kiri) dan istrinya, Cecilia Morel, melambaikan tangan dari balkon Istana La Moneda di Santiago, Minggu (11/3/2018). (AFP)

Pinera Dilantik Sebagai Presiden Cile

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebastian Pinera dilantik sebagai presiden Cile di Valparaiso, Minggu (11/3/2018). Miliarder konservatif itu untuk kedua kalinya menggantikan Michelle Bachelet dalam delapan tahun terakhir.

Bachelet, yang membantu Pinera kembali ke istana, menyampaikan ucapan perpisahan sebelum meinnggalkan Kongres bersama anggota kabinetnya.

Pinera, yang juga menjadi presiden pada 2010-2014, berjanji meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Dia naik lagi saat perekonomian Cile mulai memperlihatkan tanda-tanda bangkit. Negara di Amerika Selatan itu sempat dihantam krisis keuangan terkait anjloknya harga tembaga yang merupakan komoditas ekpor andalan mereka.

“Masa yang baik segera datang,” teriak para pendukungnya setelah Pinera dilantik.

Bachelet tetap disambut meriah oleh para pendukungnya setelah dia menyelesaikan masa kepemimpinannya yang kedua. Politikus perempuan itu berhasil mendorong reformasi di bidang politik untuk mengikis warisan kepemimpinan diktator Augusto Pinochet (1973-1990).

Para pemimpin dari negara tetangga, termasuk Argentina, Bolivia, Meksiko, dan Peru, juga mantan raja Spanyol, Juan Carlos, hadir dalam upacara pelantikan di Valparaiso.

Pinera memperlihatkan keberpihakannya terhadap anak-anak terlantar dengan mengumumkan kebijakan pertamanya sebagai presiden di distrik melarat di Santiago. Secara khusus dia menyampaikan rencana reformasi perlindungan negara untuk anak-anak.

Presiden menyerukan kesepakatan nasional untuk melindungi anak-anak. Dia juga mengatakan bahwa untuk pertama kalinya akan membentuk kementerian untuk anak-anak.

Dia mengingatkan bahwa 1.313 orang anak meninggal di pusat penampungan yang dikelola Dinas Nasional untuk Anak-anak dalam lebih dari satu dasawarsa. Pinera mengatakan lebih dari separuh anak muda yang sempat tinggal di pusat penampungan, tumbuh menjadi penjahat. Dia berjanji meningkatkan sumber daya dan subsidi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya merasa bahwa sekarang saya punya lebih banyak pengalaman, lebih matang, dan lebih peduli terhadap pentingnya mempersatukan rakyat Cile. Saya jadi lebih bisa mendengar, dengan mata dan telinga yang lebih memperhatikan,” ujar Pinera dalam satu kesempatan pekan lalu.

Pinera, yang oleh Forbes diperkirakan memiliki kekayaan bernilai US$2,7 miliar, berjanji mengubah Cile sebagai negara maju di bidang ekonomi dalam delapan tahun ke depan.

Dalam empat tahun terakhir, perekonomian Cile rata-rata mengalami kenaikan lebih dari dua persen. Pada Januari 2018, kenaikannya melonjak 3,9 persen. pengamat memperkirakan perekonomian negara itu akan tumbuh 3,5 persen tahun ini.