Ilustrasi. (Dok/Ist)

Pra Musim IBL Bulan September

JAKARTA (IndependensI.com) – Kompetisi pra-musim bola basket nasional Liga Bola Basket Indonesia (IBL) dijadwalkan bergulir pada September 2018. Turnamen ini digelar sebagai salah satu persiapan klub-klub menuju IBL musim 2018-2019.

“Turnamen akan berlangsung September sebelum acara draft pemain untuk musim 2018-2019. Pesertanya merupakan tim-tim IBL dan kemungkinan tanpa pemain asing, hanya pemain lokal,” ujar Direktur IBL Hasan Gozali seperti dikutip dari Antara, Senin (19/03/2018). Sebagai informasi, kompetisi pra-musim yang diselenggarakan IBL tidak sama dengan turnamen pra-musim Perbasi Cup yang sudah digelar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) sejak tahun 2016. Namun IBL memastikan tetap berkoordinasi dengan Perbasi terkait pelaksanaan turnamen yang pelaksanaannya bekerja sama dengan sponsor anyar IBL yaitu perusahaan jasa berbasis aplikasi asal Indonesia, Go-Jek.

Sebelumnya, satu-satunya turnamen resmi pra-musim untuk tim-tim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) digelar oleh Perbasi pertama kali pada tahun 2016 untuk memperingati ulang tahun ke-65 organisasi tersebut yang jatuh pada 23 Oktober. Adapun juaranya saat itu adalah Satria Muda Pertamina yang menundukkan CLS Knights Surabaya di final. Sedangkan pada musim kompetisi 2017, Pelita Jaya yang keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Satria Muda Pertamina.

Menyoal draft pebasket lokal untuk Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim 2018-2019, saat ini dalam proses analisis legal. Hasan mengatakan, pihaknya menargetkan proses tersebut selesai sebelum final IBL Pertalite 2017-2018 yang digelar 19-22 April. “Rangka draft sudah ada dan tinggal diselesaikan. Bila sudah rampung program rinci draft pemain lokal ini akan kami kirimkan ke setiap tim peserta,” ujar Hasan.

Terkait jumlah pemain lokal yang masuk dalam draft, Hasan belum bisa mengungkapkannya karena pendaftaran pemain draft belum dibuka. “Kami masih menyiapkan mekanisme dan peraturan-peraturannya. Kami berharap apa yang disiapkan itu cukup menarik dan bagus,” kata dia. Pihak IBL menerapkan proses draft untuk para pemain debutan lokal, yang berasal dari Liga Mahasiswa, pada IBL musim 2018-2019. Sistem ini dianggap bisa mengatasi ketimpangan dalam hal merekrut pemain lokal di liga profesional.

Liga Mahasiswa

Pada akhir Januari 2018, Hasan menyebutkan klub-klub besar dengan modal mumpuni cenderung lebih bebas mendatangkan pemain-pemain lokal berbakat dari mana saja, sedangkan tim-tim kecil bermodal seadanya hanya bisa berharap dari pemain-pemain dari daerah mereka masing-masing. Dalam sistem draft IBL 2018-2019, para pemain lokal yang berhak masuk daftar draft adalah pebola basket yang berkompetisi di Liga Mahasiswa (LiMa) dan telah mendaftarkan diri ke IBL untuk didraft.

Dalam pemilihan pemain draft, rencananya pihak IBL menerapkan dua putaran, sama seperti draft pemain asing sehingga kalau ada 10 tim IBL, berarti ada 20 pemain yang terpilih. Sama seperti di liga bola basket Amerika Serikat NBA, para pemain yang tidak dipilih oleh klub di draft akan masuk dalam kelompok “undrafted”. “Para pemain undrafted ini bisa saja direkrut oleh tim-tim yang tertarik. Akan tetapi rincian semua ini masih akan dibahas lagi,” tutur Hasan.

Draft pemain lokal sendiri pernah diterapkan di Liga Bola Basket Indonesia pada 2006. Salah satu pemain draft kala itu adalah big man Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu yang direkrut oleh Satria Muda. Dodo masih membela Satria Muda sampai saat ini.