Astra Graphia Fokus Lebarkan Pasarnya ke Kawasan Indonesia Timur.

JAKARTA (IndependensI.com) – Pelaku usaha mulai memperhitungkan kawasan Indonesia Timur. Sebab, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terus menggeliat. Ini menjadi alasan bagi PT Astra Graphia Tbk (ASGR) untuk fokus melebarkan pasarnya ke kawasan Indonesia Timur.

Saat ini kontribusi pasar Indonesia Timur baru sebesar 10% terhadap total pendapatan Astra Graphia. Rudy Sunarto, Head of Marketing Product ASGR menyebutkan, perusahaannya sudah memiliki tiga cabang dan beberapa titik layanan di Indonesia Timur.`

Dengan dukungan dua cabang di Makassar dan satu cabang di Manado, ia berharap penetrasi perusahaan penyedia solusi, jasa dokumen dan teknologi informasi ini semakin berkembang ke kawasan timur Indonesia. “Tiga cabang ini yang diharapkan membantu kami mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia Timur,” ujar Rudy.

Kendati tak merinci target spesifik, permintaan di wilayah tersebut diyakini terus meningkat. Secara total, Astra Graphia sudah memiliki 32 cabang dan 92 titik layanan yang tersebar mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. “Kami mengharapkan kontribusi Indonesia Timur bisa tumbuh lebih besar dibandingkan pasar yang sudah captive seperti di Jawa atau Jakarta. Jawa itu secara kontribusi masih yang terbesar pastinya,” klaim Rudy.

Sebelumnya, manajemen Astra Graphia menargetkan bisa memperbesar kontribusi wilayah timur di level 1%-2% tahun ini. Dari sisi segmen pasar, Astra Graphia mulai fokus menggarap segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sebab, potensi pertumbuhan kelompok ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, perusahaan berkode saham ASGR ini secara khusus memperkenalkan produk untuk UMKM, yakni printer Fuji Xerox P285 dan M285.

Pada tahun lalu, pangsa pasar Fuji Xerox sekitar 10%.ASGR mulai membidik potensi pasar UMKM seiring pertumbuhan di segmen tersebut. Apalagi UMKM membutuhkan produk printer yang efisien, cepat dan memiliki resolusi tinggi. “Kami meluncurkan produk ini dengan harapan bisa sukses masuk pasar, khususnya UMKM dan pemerintah,” sebut Direktur ASGR, Mangara Pangaribuan.

Astra Graphia juga optimistis produk printer ini mendapat sambutan dari pelaku UMKM. Saat ini, permintaan di segmen UMKM setiap tahun bertumbuh dua digit. Hal ini yang menjadi pertimbangan ASGR ingin mencuil kue dari pasar tersebut. “Target kami belum spesifik angkanya. Kami meluncurkan produk ini secepat mungkin agar langsung diserap pasar,” tambah Rudy.