Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Istimewa)

Greysia/Apriyani Melaju

JAKARTA (IndependensI.com) – Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu ke babak semifinal bulutangkis perorangan Asian Games 2018 membuat Indonesia sementara memastikan satu medali dari nomor ganda putri. Greysia/Apriyani mengalahkan Tang Jinhua/Zheng Yu (Tiongkok), dengan skor 18-21, 24-22, 21-16, dalam durasi pertandingan selama 89 menit, Sabtu (25/8/2018).

“Saya bersyukur dengan hasil hari ini, masih ada pertandingan besok. Saya tidak mau terlalu puas dengan hasil hari ini, harus berjuang lagi besok. Harus lebih bisa balik fokus, terapkan strategi dan jaga performa kami,” ujar Apriyani seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI. Di game pertama, Greysia/Apriyani tak dapat mengatasi tekanan yang diberikan Tang/Zheng. Kedua pasangan saling berkejaran angka di awal permainan. Pada saat-saat genting, pasangan Indonesia ini seringkali berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, sehingga mudah saja bagi Tang/Zheng untuk menyerang.

Greysia/Apriyani memimpin perolehan angka di game kedua. Bermain lebih sabar dan mengatur tempo, Greysia/Apriyani berhasil unggul 11-7 di interval game kedua. Di akhir game kedua, keadaan kembali genting. Sudah game point 20-19, Greysia/Apriyani tak dapat mengendalikan keadaan, pasangan Tiongkok pun menyamakan kedudukan menjadi 20-20 dan adu setting pun tak dapat dielakkan. Dalam adu setting ini, beberapa kali nasib Greysia/Apriyani di ujung tanduk karena mereka tertinggal. Namun dengan semangat pantang menyerah, mereka bertahan dan merebut poin demi poin. Satu pengembalian servis Greysia yang gagal dikembalikan oleh Tang, membuat pasangan Indonesia memperpanjang nafas.

Di game ketiga, Greysia/Apriyani langsung tancap gas dan unggul jauh hingga 17-10. Namun keduanya tetap butuh waktu panjang untuk menyelesaikan permainan. Satu pengembalian Tang yang menyangkut di net, membuat Greysia/Apriyani meraih tiket semifinal. “Kami bisa menjalankan strategi di game pertama, jalannya sudah betul, kami sempat unggul. Tapi kami kurang tenang di game pertama. Di game kedua kejar-kejaran dan poinnya ketat, saat itu saya berpikir, kalau memang Tuhan mau saya dan Apri menang hari ini, pasti dimenangkan, tapi prosesnya, saya dan Apri harus tetap berjuang. Di game ketiga, Puji Tuhan jalannya lebih terbuka,” ujar Greysia.

Pada kedudukan 20-15, Greysia mengajukan protes ke wasit karena ia merasa shuttlecock sudah mengenai raket Zheng sebelum akhirnya jatuh di luar area pertahanan pasangan Tiongkok. Namun wasit tetap menyatakan bola out dan memberikan angka untuk Tang/Zheng. “Saat itu posisi saya di depan, saya bisa melihat sekali kalau shuttlecock memang mengenai raket Zheng. Wasit seharusnya bisa melihat itu, dia punya hak untuk itu. Tapi wasit juga manusia, dia juga bisa melakukan kesalahan, apalagi di tengah penonton yang ramai,” ungkap Greysia.