Uji petik kapal dilakukan untuk memastikan kapal-kapal yang melayani penumpang telah memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal menjelang penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2019

Jelang Angkutan Mudik Lebaran Ditjen Hubla Lakukan Uji Petik Kapal Penumpang di 16 Pelabuhan

BATAM (Independensi.com) – Menjelang angkutan mudik lebaran 2019 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Batam dan Muara Angke.

Uji Petik di Batam dipimpin Kepala Sub Direktorat Pengukuran dan Pendaftaran Kapal Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Capt. Diaz Saputra.

Adapun di Pelabuhan Muara Angke dilakukan oleh tim gabungan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yaitu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu, KSOP Kelas IV Muara Angke dan Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) yang dipimpin oleh kepala kantor masing-masing.

Dalam uji petik di Batam, Capt Diaz melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal penumpang secara acak yang berada di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Sekupang Batam. Kapal penumpang yang diperiksa dan diuji petik diantaranya adalah kapal MV. Oceana 6, MV. Oceana 5, KMP Barau, MV. Batam Jet 6, dan MV. Dumai Line 5.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan kapal-kapal yang melayani penumpang telah memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal khususnya menjelang penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 (1440 H),” ujar Capt. Diaz di Batam Jumat (26/4).

Dari pemeriksaan tersebut, tim Uji Petik menyatakan bahwa secara umum kondisi kapal penumpang di Batam dalam keadaan baik dan laiklaut, walaupun masih terdapat beberapa temuan minor yang perlu diberikan catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, Capt. Herbert E. Marpaung, mengatakan bahwa kegiatan uji petik ini dilaksanakan khususnya menjelang angkutan laut lebaran tahun 2019.

Kegiatan ini merupakan pembinaan agar ke depannya semua kapal tradisional bisa lebih baik lagi pelayanannya dan peralatannya. Dan program uji petik ini sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.

“Kegiatan ini sangat berguna untuk terciptanya keselamatan pengguna jasa transportasi laut khususnya pemudik lebaran nanti,” kata Herbert.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Muara Angke Capt. Handry Sulfian menyebutkan bahwa kegiatan uji petik di Pelabuhan Muara Angke difokuskan pada pemeriksaan beberapa kapal tradisional, kapal Dinas Perhubungan, kapal penyeberangan ADSP dan kapal Pelni.

Hari ini sejumlah kapal yang diperiksa meliputi 36 unit kapal tradisional, 6 (enam) unit kapal Dishub, 1 (satu) unit kapal ASDP serta 1 (satu) unit kapal Pelni.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Binari beserta tim BTKP hadir untuk memastikan fungsi dari alat keselamatan pelayaran di atas kapal berfungsi dengan baik.

“Kami memastikan standar kebutuhan jumlah alat-alat keselamatan pelayaran sesuai dengan kapasitas penumpang di atas kapal,” ujar Binari.

Binari menambahkan, ke depan BTKP akan memberikan label pada setiap alat keselamatan yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengujian standarisasi alat keselamatan pelayaran di atas kapal.

Pelaksanaan uji petik terhadap kapal-kapal penumpang di beberapa pelabuhan di Indonesia merupakan tindak lanjut atas instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.211/5/17/DJPL/2019 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang dalam Rangka Angkutan Lebaran Tahun 2019.

Selain Batam, Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan juga akan melakukan uji petik di beberapa pelabuhan lain, seperti Pelabuhan Tanjung Buton, Ternate, Kendari, Nunukan, Pare-Pare, Tual, Jayapura, Palembang, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Merak, Sampit, Tanjung Balai Karimun, dan Muara Angke.

Pelaksanaan uji petik terhadap kapal-kapal penumpang di beberapa pelabuhan di Indonesia merupakan tindak lanjut atas instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.211/5/17/DJPL/2019 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang dalam Rangka Angkutan Lebaran Tahun 2019. (hpr)