Kementerian PUPR Anggarkan Rp 465,3 Milliar Untuk Renovasi Masjid Istiqlal

JAKARTA (IndependensI.com) – Alhamdulilah saya merasa amat sangat  bersyukur hari ini bisa menyaksikan penandatanganan  kontrak paket Pekerjaan Renovasi Masjid Istiqlal Jakarta. Sebagaimana tadi dipaparkan, bung Karno yang meninisiasi pendirian Masjid Negara  Agustus 1961 saat pertama kali pemancangan tiang pembangunan Masjid   Istiqlal 58 tahun yang lau kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Saya ingin  mengutip  penggalan pidato beliau pada  saat pertama pemancangan pembangunan  membuat mesjid Istiqlal, presiden pertama kita bung karno mengatakan, kita bangsa Indonesia harus belajar mejadi satu bangsa yang besar, membuat masjid janganlah kecil-kecilan buat kota Jakarta yang menjadi pusat  dari tanah air Indonesia, ” lanjut Lukman.

Buatlah semegah-megahnya, dan bisa memberi tempat sembahyang kepada lima puluh ribu, enam puluh ribu, sebanyak-banyaknya manusia,  kita ini bangsa yang besar berukuran 3 dimensi nasional panjang, lebar tinggi tambah menteri Lukman dalam sambutanya pada saat menyaksikan penandatangan Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Renovasi Masjid Istiqlal di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (16/05/2019)

Menteri Lukman menambahkan, Kontrak renovasi Masjid Istiqlal dan sebagaimana yang tadi dilaporkan, bahwa ini adalah kehendak yang sangat kuat dari bapak presiden Bapak Joko Widodo bagaimana agar masjid negara ini semakin baik penampilannya dan tentu fungsinya semakin bisa ditingkatkan jadi setelah lebih dari 41 tahun sejak diresmikan penggunaannya untuk pertama kali pada tahun 1978 .

inilah untuk pertama kalinya Masjid Istiqlal mengalami renovasi yang cukup menyeluruh dan mudah-mudahan dalam rentang 10 bulan kedepan semua proses renovasi ini bisa dituntaskan sehingga lalu kemudian bulan Maret tahun depan mesjid ini sudah memiliki penampilan yang semakin baik.

“Oleh karenanya kita semua sangat bersyukur kementerian PU PR yang akan mengerjakan seluruhnya tentu dibantu dengan sejumlah BUMN sebagai penambang dan kita berharap mudah-mudahan tidak ada kendala tidak ada masalah-masalah yang menghambat seluruh proses inovasi yang akan dilakukan dalam 10 bulan kedepan,”lanjut Lukman.

Rencana untuk merenovasi Masjid Istiqlal yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disambut baik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.” Pasalnya, selama lebih dari 41 tahun sejak digunakan pada 1978, masjid Istiqlal belum pernah direnovasi secara menyeluruh” Ucap

“kami atas nama menteri agama mengucapkan terimakasih kepada menteri PUPR dan segenap jajarannya,”pungkas Lukman.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, kami akan melakukan renovasi Masjid Istiqlal. Untuk renovasi ini, Kementerian PUPR menganggarkan Rp 465,3 miliar  dana tersebut merupakan anggaran PUPR untuk tahun 2019-2020.

Basuki menambahkan, proses renovasi masjid Istiqlal akan mulai berlangsung secara penuh sejak kontrak paket pekerjaan renovasi ini ditandatangi. “Penetapannya sudah sejak dua minggu yang lalu, itu mulai persiapan. Setelah penandatanganan kontrak ini, (renovasinya) sudah lebih firm untuk dilakukan, lanjut Basuki

Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal ini akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui kontrak tahun jamak (2019-2020). Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan manajemen konstruksi oleh PT Virama Karya.

Dengan target penyelesaian renovasi yang memakan waktu 10 bulan, Basuki berharap target yang ditetapkan dapat tercapai. “Kita asumsinya tidak ada perubahan waktu. Sehingga Ramadan tahun depan sudah lebih baik. Lokasi pengerjaan juga sangat enak, jadi tidak ada alasan untuk mundur,” pungkas Basuki.

Untuk lingkup kegiatan pekerjaan renovasi meliputi penataan ulang kawasan pada plaza dan pintu gerbang, area parkir, area dalam masjid,  koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal elektical dandan plumbing bangunan masjid serta sistem signale. “ Tak hanya itu, ada pula upaya perbaikan limbah di kawasan Masjid Istiqlal yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan”, pungkas Basuki.

Fungsi masjid tetap berlangsung.

Sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, jadi prinsipnya fungsi masjid sebagai tempat salat itu tetap berlangsung tidak ditutup sama sekali namun dengan proses renovasi ini tentu ada bagian-bagian tertentu yang mengalami hambatan. Ya karena renovasi ya tidak bisa digunakan secara maksimal tapi kan Masjid Istiqlal depan ruang sekali tentu pengerjaannya tidak serentak seluruhnya bagian demi bagian jadi fungsi masjid tetap bisa terjaga dengan baik.

Bahkan kita berusaha meningkatkan tapi silent Maknya ruang lingkupnya ada dua ada yang bagian luar dengan 3 Plaza seperti yang disebutkan dan bagian dalam hal ini tentu saja kita akan melakukan inovasi agar fungsinya Semua menjadi lebih baik kita tidak ada yang berubah fungsi lain, ” Maknya misalnya taman dan sebagainya air mancur dan sebagian besar kita tingkatkan gerbang dan sebagainya kemudian yang utama di plaza itu adalah penambahan parkir parkir nya cukup besar yang sedang tidak evaluasi Mungkin Nanti sekitar 2 lantai ke bawah,” pungkas Danis.