Bandara Singkawang Bandara Pertama Dibangun Tanpa Dana APBN.

JAKARTA – Rencana pembangunan bandar udara Singkawang di Kalimantan Barat dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang pembangunannya dari nol atau green field yang ditawarkan Kementerian Perhubungan mendapat banyak peminat.

Investor asing, swasta dan BUMN menyatakan minatnya kepada Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mendanai, membangun, hingga mengoperatori bandara tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Singkawang telah membebaskan lahan untuk Bandar Udara Singkawang seluas 151.45 hektar, lahan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk sisi darat dan udara.

“Tahun ini, Ditjen Hubud tengah mengerjakan land clearing yang telah mencapai 90% ” jelas Polana

Polana  menyampaikan bahwa  pembangunan Bandar Udara Singkawang telah dilakukan studi pendahuluan dan fisibility study (study kelayakan) serta studi lainnya sehingga target pembangunan bandara bisa tercapai.

“Kami mengapresiasi digelarnya market sounding yang bertujuan untuk mencari investor yang sesuai karena pembangunan dan pengembangan bandara tidak membebani APBN.

Untuk diketahui Menteri Perhubungan dan Ketua BKPM telah melakukan market sounding pada Senin (7/10) lalu. Acara terdebut dihadiri oleh sekitar 220 peserta yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN di bidang bandar udara, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan serta asosiasi bisnis terkait, baik dari dalam dan luar negeri.  ” ujarnya.

Untuk tahap awal pembangunan, runway bandara akan dibangun sepanjang 2.250 m x 45 m. Runway yang dibangun akan mengakomodir take off maupun landing beberapa jenis pesawat seperti jet, narrow body jenis Airbus 320 dan Boeing 737-800, CRJ1000 maupun ATR – 72. Sementara terminal bandara akan memiliki luas sekitar 12.500 m2

Pemerintah Kota Singkawang telah mempersiapkan supplai air bersih dan listrik. Sedangkan aksesbilitas juga dipersiapkan jalan sepanjang 10-14 kilometer dari Kota menuju bandara,” jelasnya.

Bandara Singkawang berada lokasi strategis yang  berdekatan dengan sejumlah bandara yaitu Bandara Supadio Pontianak, Bandara Kalimarau Berau berjarak 950 meter dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)  berjarak 892 meter yang disebut sebagai ibu kota  baru.

Kota Singkawang merupakan kota yang sedang aktif menggeliat maju dan menjadi pusat pertumbuhan wilayah, khususnya di wilayah Kalimantan Barat bagian utara.

Selain itu, Singkawang adalah salah satu tujuan favorit para wisatawan. Pemerintah Kota Singkawang sendiri mencatat, hasil capaian kunjungan wisatawan pada 2018 naik 105 persen dari tahun sebelumnya.

Selain obyek-obyek wisata seperti pantai dan danau, daya tarik Singkawang bagi para wisatawan adalah banyaknya event-event yang di gelar seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh. (hpr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *