Cornelis Kimha

DIO Bangun Credit Union di Sabah dan Sarawak

PONTIANAK (Independensi.com) – Dayak International Organization (DIO) bangun koperasi simpan pinjam, Credit Union (CU) di Negara Bagian Sarawak dan Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia.

“Cornelius Kimha, Ketua Dewan Pertimbangan DIO dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Hakim Adat Dayak Nasional (MHADN) ditetapkan sebagai koordinator dan fasilitator pembangunan CU di Sabah dan Sarawak,” ujar Yulius Yohanes, Sekretaris Jenderal DIO, Pontianak, Selasa, 10 Desember 2019.

Perlunya pembangunan CU di Sabah dan Sarawak, didasarkan pertemuan di Sabah, 1 Agustus 2018 dan ditindaklanjuti dalam rapat pendahuluan DIO dan MHADN di Pontianak, 8 – 9 Desember 2019.

Rapat di Pontianak, 8 – 9 Desember 2019, di antaranya dihadiri Presiden DIO Datuk Jeffrey G Kitingan, Jalumin Bayogoh, Kepala Sekretariat DIO, Yulius Yohanes, Sekretaris Jenderal DIO, Salfius Seko, Sekretaris Jenderal MHADN, Perwakilan Tetap Dayak di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Andrew Ambrose Atama Katama.

Di samping itu, Cornelius Kimha ditetapkan pula sebagai penanggungjawab penyusunan Kalender Dayak Internasional yang berisikan rangkaian kegiatan dalam satu tahun sistem bertanam/bertani Suku Dayak di Indonesia, Brunei dan Darussalam dan Malaysia.

Menurut Yulius Yohanes, ditetapkan pula, Aju, Divisi Pelayanan Publik, Data, dan Informasi MHADN, penanggungjawab perancangan institusi media massa online dan jaringan televisi, untuk menyuarakan kepentingan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan Suku Dayak di tingkat regional, nasional dan internasional.

“Khusus pembagunan CU di Sabah dan Sarawah di bawah langsung DIO. Sementara Kalender Dayak dan media massa di bawah koordinasi MHADN,” kata Yulius Yohanes.

Cornelius Kimha, asal Indonesia sebagai penanggungjawab pembangunan CU di Sabah dan Sarawak, karena pbangunan CU di Kalimantan Barat, jadi rujukan dalam pembangunan CU di sejumlah negara.

Diungkapkan Yulius Yohanes, hasil Protokol Tumbang Anoi 2019, DIO sebagai organisasi induk bagi organisasi Dayak yang bertaraf internasional.

International Dayak Justice Council (IDJC) dan MHADN, misalnya, di bawah kendali DIO. (Aju)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *