Ilustrasi. Moda transportasi di ibu kota baru. (Ist)

Tak Perlu Mengaitkan Lockdown Dengan Ibu Kota Baru

JAKARTA (Independensi.com) – Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus menanggapi tuntutan sebagian pihak yang meminta lockdown dilakukan, namun menghubungkannya dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN).

Deddy menegaskan, tuntutan semacam itu hanya untuk mengorbitkan Gubernur “rasa Presiden”.

Deddy tak menyebut secara spesifik Gubernur rasa Presiden itu.

Namun faktanya, Gubernur DKI Anies Baswedan memang paling getol menuntut lockdown dilakukan di Jakarta. Dan Anies juga yang mendapat ‘gelar’ Gubernur rasa Presiden dari segelintir orang.

“Mereka nuntut supaya segera Lockdown, tapi yg diminta hentikan pindah Ibukota! Terus hubungannya apa kalau tidak untuk menegaskan halusinasi Gubernur rasa presiden?” ujar Deddy di akun Facebooknya, baru -baru ini.

 

Deddy pun menduga adanya keinginan dari para penuntut lockdown itu, untuk menciptakan kerusuhan massal.

Dan muara dari kerusuhan massal itu adalah krisis kepercayaan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

“Atau memang inginnya supaya ada rusuh massal, lalu bebas menjarah toko-toko dan meperkosa anak perempuan dan istri orang kaya dulu? Gitu lagi, gitu lagi! Itu mah ilmu hapalan sejak zaman jahiliyah yang diulang-ulang, mengail di air keruh!” tegas Deddy.