Mendagri Muhammad Tito Karnavian

Mendagri Seimbangkan Kesehatan Jasmani dan Rohani di Tengah Pandemi

Loading

AMBON (Independensi.com)  – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyempatkan diri untuk menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani setelah menyelesaikan tugasnya bersama Menkopolhukam, Wakil Ketua DPD RI, Kasum TNI dan Wakapolri terkait perkembangan situasi politik terkini dan pendisiplinan masyarakat taat protokol kesehatan Covid-19, Mendagri berolahraga mendaki gunung Siwang dan juga melaksanakan sholat Jumat bersama di Mesjid Al Fatah, Ambon, Jumat (24/07/2020).

Mendagri menikmati pesona alam gunung Siwang yang sangat indah dan udara yang begitu sejuk. Ia juga menghimbau agar masyarakat dapat menjalani kehidupan yang produktif dan tetap mengutamakan prtokol kesehatan. Ditengah pandemi seperti ini kesehatan menjadi nomor satu, maka dari itu pola makan yang sehat dan berolahraga juga sangat penting.

Selain itu, Ia juga sangat bergembira karena dapat melaksanakan sholat Jumat bersama di Mesjid Al Fatah sekaligus mengklarifikasi berita perlakuan jenazah Covid–19 yang dikutip tidak utuh oleh oknum media.

“saya sampaikan mengenai penanganan jenazah covid, saya sampaikan jenazah covid itu diduga mengandung virus maka teorinya virus itu mati salah satunya mnurut penelitian itu dengan cara dipanaskan, salah satu penelitian menyebutkan pada suhu 56 derajat celcius dia akan mati, sehingga teorinya, teorinya ya, jenazah yang mengandung virus itu untuk membuat virusnya mati juga seyogyanya dibakar,” tuturnya.

Meskipun hal tersebut belum tentu dengan sesuai akidah agama-agama tertentu termasuk Muslim. Oleh karena itu tekniknya, Mendagri menjelaskan kembali bahwa sebaiknya jenazah yang terpapar covid-19 itu dibungkus rapat agar virusnya tidak memiliki celah untuk keluar atau menyebar lagi ke orang lain. Setelah itu dan dimakam ditempat yang kering. Namun yang disayangkan ialah berita yang tersebar berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Mendagri.

“Tetapi kemudian ada media yang memotong sepotong saja. Bahkan ada kata-kata yang diluar apa yang saya katakan yaitu jenazah covid-19 harus dibakar. Saya tidak pernah mengatakam seperti itu, tidak pernah,” tegasnya.

Kemudian, Mendagri juga berharap agar media memuat berita yang informasinya utuh sehingga tidak kehilangan konteks dasarnya. Hal tersebut juga akan menggusarkan rakyat. Menurut Laboratorium juga seyogyanya pada suhu tertentu yang dipanaskan maka virus akan mati. Karena virus ini mengandung lemak dan selimutnya dilapisi lemak tetapi tidak harus karena memang bertentangan dengan agama-agama tertentu. Maka tata cara pemakaman covid-19 adalah sesuai akidah agama.

“Jadi tolong memberitakannya kalau dimuat tolong jangan dipotong-potong sehingga kehilangan konteks, sehingga masyarakat melihatnya sepotong, masyarakat akhirnya berpikir saya mengharuskan cara dibakar, tidak, sama sekali tidak,” pungkasnya.(wst)