Pengamat Pertahanan dan Keamanan, Dr Jannus Th Siahaan

Menunggu Panglima TNI yang Khatam Urusan Pertahanan Maritim

Loading

Oleh : Jannus Th Siahaan 

Tantangan pertahanan dan keamanan ke depan semakin komplek, terutama dari sisi ketahanan kelautan seiring dengan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan seringnya terjadi percurian ikan di Laut Natuna.

Sehingga Pemerintah memang sedang memerlukan cara baru untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan sekaligus membenahi kemampuan operasi maritim dan pertahanan kelautan nasional.

Kondisi ini seharusnya menjadi pertimbangan utama istana dalam mempersiapkan Panglima TNI yang baru, yakni calon panglima yang khatam soal pertahanan dan ketahanan kelautan.

Apalagi, jika merujuk kepada model rotasi yang telah disepakati bahwa semestinya pengganti Panglima TNI kali ini adalah dari Angkatan Laut, setelah dua masa kepemimpinan sebelumnya berasal dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Apalagi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, jabatan panglima TNI bisa atau dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi militer dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Jika merujuk pergantian berdasarkan giliran, dimana setelah dijabat pati bintang empat berlatar matra Angkatan Darat dan saat ini Angkatan Udara maka jabatan panglima TNI berikutnya seharusnya berasal dari matra TNI AL.

Kompleksitas geostrategis Indonesia saat ini sejatinya sangat cocok untuk seorang Panglima dari Angkatan Laut.

Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan terdiri dari tiga wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang terbuka bagi pihak internasional dan membutuhkan keandalan operasi maritim TNI.

Terutama yang terkait dengan masalah operasi cegatan maritim, misalnya. Operasi ini harus bisa dilakukan di perairan manapun, baik di wilayah NKRI maupun di luar.

Operasi maritim juga membutuhkan keandalan infrastruktur keamanan laut dan pembaruan terhadap doktrin pertahanan laut yang mengedepankan aspek intelijen dan teknologi.

Bidang intelijen maritim harus dibenahi sehingga mencapai kemampuan pengawasan yang tangguh. Situasi dunia menuntut agar Indonesia mampu mewujudkan kemampuan intelijen maritim yang canggih.

Intelijen maritim merupakan bagian dari intelijen strategis dalam upaya untuk menjamin stabilitas nasional dan upaya untuk penginderaan terhadap lingkungan strategis baik di dalam maupun di luar negeri.

Dan banyak lagi tantangan maritim lainnya, yang memang sejatinya hanya akan sangat dipahami secara mendalam oleh seorang Panglima yang berasal dari matra Angkatan Laut.(*)

Penulis adalah Pengamat Pertahanan dan Keamanan