GMNI Sidrap : Westernisasi, Tantangan Bagi Nasionalisme

SIDRAP (Independensi)- Wakil Ketua Bidang Politik dan Propaganda GMNI Sidrap menyatakan Nasionalisme merupakan ideologi yang terbit pada masa kolonialisme/penjajahan Belanda. Sebagai Kader Gerakan Mahasiawa Nasionalisme Indonesia, Askar melihat Indonesia dengan keberagaman suku, ras, dan agamanya maka nasionalisme dijadikan sebagai ideologi yang mendukung bangsa pasca kemerdekaan dan pembangunan negara yang baru merdeka.

Dan di contohkan dalam semboyan “Bhineka tunggal Ika”.

“Dalam menerapkan hal yang prinsipil kaum nasionalis tentunya memiliki tantangan tersendiri, dan tantangan yang paling klasik yaitu budaya kebarat-baratan yang sering disebut westernisasi” ungkap Askar.

Askar menjelaskan, Westernisasi merupakan, perilaku masyakarat lokal khususnya di Indonesia yang meniru atau mengaktualkan budaya asing/barat. Yang sampai kini belum diketahui pasti kapan munculnya westernisasi di Indonesia, tapi sebagian besar sejarawan mengatakan bahwa Westernisasi muncul pada masa kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran dimana budaya lokal kita akan tergerus.

“Dewasa ini kita sering melihat pemuda yang justru bangga mempopulerkan budaya asing ketimbang budaya sendiri, hasilnya kita sebagai bangsa mengalami krisis identitas” tuturnya.

Tentu kita ketahui bahwa Westernisasi dampak dari globalisasi budaya, sebab westernisasi yang diberikan oleh dunia barat, memberikan dominasi melalui budaya hedonisme dan materialisme. Dominasi ini dihasilkan globalisasi yang ditandai dengan hegemoni dari segi makanan, hiburan, dan pemikiran.

Bung Karno pernah berkata bahwa, “musuh terbesar kita adalah rakyat sendiri”

“Rakyat yang mabuk akan budaya luar dan kecanduan agama yang rela membunuh bangsa sendiri demi menegakkan budaya asing, jangan mau diperbudak oleh semua itu! Tetaplah bersatu padu membangun negeri ini tanpa pertumpahan darah” ujar Askar

“Telah terpampang nyata dimana kita melihat rakyat dengan mudahnya terpengaruh akan dominasi westernisasi, Jadi sebagai bangsa yang berkepribadian mestilah kita tetap menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam gempuran budaya asing” harapnya.

Banyak hal yang bisa kita lakukan seperti dengan lebih sering menggunakan produk asli lokal negeri kita ketimbang produk asing, menerapkan moral yang baik sesuai dengan kultur bangsa kita, merawat kultur dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengenal lebih dalam sejarah bangsa kita, dan melanjutkan cita-cita para founding fathers kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *