Gugah Literasi Media, Mangku Pastika Dorong Pemilu 2024 Agar Lebih Berkualitas

Loading

Bali (Independensi.com) – Minimnya diseminasi informasi terkait proses demokrasi Pemilihan Umum serentak pada 2024 dan peran strategis media sebagai garda terdepan pengawal pemilu yang berkualitas. Tidak kalah pentingnya kekuatan sosial media sebagai platform baru yang sejatinya berguna dan sangat diperlukan di era perubahan demokrasi yang begitu cepat.

“Intinya kami sebagai aktivis yang peduli akan jalannya demokrasi yang baik mesti selalu meng-update semua perkembangan jalannya demokrasi sekaligus dapat mengawal serta memberikan edukasi terkait tata laksana demokrasi yang masif dan menyebar,” kata I Putu Suasta, seorang pegiat demokrasi nasional saat berlangsungnya diskusi kebangsaan dengan tema ‘Media sebagai Pengawal Pemilu Berkualitas?” yang berlangsung di Agro Learning Center (ALC) Cekomaria Denpasar, Sabtu 5 Agustus 2023.

 

Menurut Suasta, kegiatan ini juga untuk menggugah kepedulian netizen sebagai bagian dari pilar demokrasi, “Kalau netizennya kuat tentunya pemerintah akan segan juga, pada sisi lain mendorong peran media agar bisa membuat persepsi dan edukasi yang positif kepada masyarakat, baik dengan cara yang lembut maupun dengan cara yang tegas tapi bernas,” terang Suasta.

 

Seperti diketahui bahwa Pemilu selalu berlangsung setiap 5 tahun, dan tentunya ada banyak isu-isu dinamis yang menyertai juga berubah seperti isu perburuhan, ketenagakerjaan bahkan isu kepariwisataan lalu adanya kurang kepekaan pemerintah, netizen yang melemah dan peran LSM yang melempem, “Hal itu yang harus dibangkitkan sehingga pertemuan ini menjadi bagian edukasi untuk kontribusi agar pemerintahannya kedepan lebih bagus lagi,” tambah Suasta.

 

Sementara itu pegiat demokrasi lainnya I Nyoman Wiratmaja mengingatkan fenomena sangat minimnya informasi yang seharusnya segera dipublikasikan terkait kepemiluan, “Umpamanya informasi terkait jadwal dan tata laksana pemilu serentak 2024 berikut ketentuan dan rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar contohnya masih bolehkah pemasangan baliho kampanye dan bagaimana kriteria, jadwal dan mekanismenya, hal-hal tersebut perlu segera disosialisasikan secara masif,” kata Wiratmaja.

 

Maka hendaknya diperkuat literasi media yang baik demi mendorong Pemilu yang berkualitas sehingga jangan sampai Pemilu malah menjadi memilukan.

 

Diskusi kebangsaan ini terselenggara atas inisiatif Dr. Made Mangku Pastika, M.M. (MP) sebagai Anggota DPD RI Perwakilan Bali, khususnya Komite IV membidangi: APBN, APBD, infrastruktur, koperasi (UKM) dalam rangka kunjungan kerja/reses terkait dengan peranan media dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024. kegiatan ini dihadiri media, pegiat sosial, tokoh-tokoh masyarakat dan mahasiswa dengan mengetengahkan tema: “Media sebagai Pengawal Pemilu Berkualitas?”. (dy)