Petani di Kediri
Petani di daerah Kediri

Ilmu Warisan Leluhur ‘Pranoto Mongso’ Makin Ditinggalkan Petani

Loading

Teknologi peningkatan produksi pertanian secara modern dengan pupuk kimia dan pestisida membuat petani melupakan ilmu warisan leluhur atau lebih dikenal dengan istilah Pranoto Mongso.

Pranoto Mongso adalah pembagian musim dalam satu tahun yang disusun berdasarkan sifat-sifat dan siklus perubahan iklim di suatu wilayah dengan menggunakan metode ‘Ilmu Titen’.

Yang dimaksud dengan ilmu titen adalah ilmu yang diperoleh dari pengamatan fenomena alam dalam kurun waktu lama, sehingga hasilnya cukup akurat.

Masita Riani
Masita Riany

Padahal ilmu Pranoto Mongso amat penting karena petani bisa menghindari musim penetasan hama. Banyak manfaat yang bisa dipetik oleh masyarakat petani dengan memanfaatkan serta melestarikan ilmu bercocok tanam dengan dilakukan para leluhur tersebut.

Kemajuan teknologi memang terjadi di berbagai bidang, termasuk di dunia pertanian. Sektor pertanian sangat menggiurkan bagi pebisnis, sehingga kini banyak orang yang mengembangkan pertanian dengan pestisida atau bahan kimia lainnya untuk mengenjot produksi.

Apa pun dilakukan tanpa mengindahkan kerusakan alam. Sungguh memprihatinkan dan kondisi itu terus berlangsung. Hutan-hutan makin berkurang, kualitas air makin buruk dan alam pun makin tidak bersahabat.

Karena itu, ilmu warisan leluhur itu menjadi terlupakan. Padahal, sudah teruji ribuan tahun dan manfaatnya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pranoto Mongso juga mulai ditinggalkan beberapa tahun belakangan ini, karena keadaan cuaca dan iklim yang tak menentu dan sulit sekali diprediksi.

Sungguh amat disayangkan apa yang terjadi, perubahan iklim memang sedang terjadi dunia ini akibat suhu bumi meningkat yang menjadi ancaman utama keberlangsungan kehidupan dan ekosistem di dunia ini, bukan lagi hanya di Indonesia.

Semua ini terjadi tak lepas akibat ulah para manusia sendiri yang tidak bertanggung – jawab akan lingkungannya, penebangan hutan besar – besaran yang merupakan paru – paru dunia, yang berdampak global terhadap perubahan iklim.

Masita Riany
Budayawan, Pegiat lingkungan &Meditator

One comment

  1. Apakah ada inisiatif dari komunitas pertanian atau organisasi non-pemerintah untuk mengedukasi petani mengenai keberlanjutan dalam bercocok tanam dengan mempertahankan nilai-nilai ilmu leluhur? Regard Telkom University

Comments are closed.