BEKASI (IndependensI.com)- Guna mengantisipasi permasalahan banjir, Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi (rakor), kemarin di Bogor.
Dalam rakor dipimpin Pj. Wali Kota Bekasi R Gani Muhamad didampingi pejabat terkait , bersama Pj Bupati Bogor Asmawa Tosefu.
Dalam rapat dibahas penanggulangan banjir, dampak banjir kiriman dari Bogor.
Ada 577 bidang lahan tanah yang perlu dibebaskan, dan melakukan normalisasi Kali Cikeas, Cilengsi dan Kali Bekasi.
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosefu menyampaikan bahwa ia tidak memiliki kepentingan politis. Namun upaya tersebut dilakukanan murni ingin menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah dalam rangka upaya pengabdian pada negara melayani warga masyarakat.
“Kami diamanatkan Mendagri untuk menduduki jabatan Bupati dan Wali Kota, tidak ada kepentingan politis dalam setiap kebijakan yang kami buat. Semuanya murni semata-mata pengabdian kepada negara dalam melayani warga masyarakat,” ujar Asmawa Tosepu.
Selanjutnya, Pj. Wali Kota Bekasi Gani Muhamad turut menyampaikan bahwa kehadirannya tersebut, selain rapat koordinasi, juga sebagai wujud menjaga silaturahmi antar pemerintah daerah.
Gani menyampaikan pentingnya sinergisitas antar pemerintah daerah dalam menangani permasalahan banjir dan pencemaran limbah di Kali Bekasi yang dapat berimbas pada kualitas air yang ada di Kota Bekasi.
Sebagaimana diketahui, selama ini, dampak banjir kiriman dari Bogor, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah yang berada di sisi Kali Bekasi. Bukan hanya banjir yang dialami masyarakat Kota Bekasi, tapi juga dampak limbah industri yang mengakibatkan air Kali Bekasi tercemar. Padahal, air Kali Bekasi selama ini dijadikan sebagai sumber air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot dan Tirta Bhagasasi Bekasi. (jonder sihotang)