Ustaz Ujang Bustomi Resmi Gabung Demokrat, Herman Khaeron Serahkan KTA

Loading

CIREBON (IndependensI.com) – Ustaz kondang pimpinan Padepokan Anti Galau Cirebon, Ujang Bustomi resmi menjadi kader Partai Demokrat.

Hal tersebut terungkap dari unggahan media sosil pribadi milik Kepala BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron.

Dalam unggahan tersebut nampak Herman Khaeron menyerahkan langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat kepada Ujang Bustomi.

“Selamat bergabung Kang Ustaz Ujang Bustomi Pimpinan Padepokan Anti Galau Cirebon bersama Partai Demokrat. Bismillah kita lanjutkan pengabdian kepada rakyat,” tulis Herman Khaeron pada akun twitternya, Senin (12/2).

Ustad Ujang Bustomi Cirebon atau yang akrab disapa Kang Ujang Bustomi pernah mengisi acara di televisi swasta untuk tayangan misteri.

Ujang Bustomi sekarang ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membuat konten misteri di media sosial khususnya, Youtube. Tercatat sampai hari, ini chanel Youtube Kang Ujang Bustomi sudah memiliki 7,03 juta Subscriber.

Ujang Bustomi, memiliki nama lengkap Ustad Muhamad Ujang Bustomi, lahir di Cirebon pada tanggal 9 Februari Tahun 1982.

Perlu diketahui, Kang Ujang Bustomi sudah nyantri di pesantren sejak umur 11 tahun, lalu. Ia, menikah pada usia 22 tahun dan saat ini telah dikarunia 7 orang anak.

Bahkan ditahun 2007 Kang Ujang Bustomo telah mendirikan satu Padepokan yang dirinya beri nama dengan Padepokan Anti Galau. Padepokan, itu ada di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon dengan luas mencapai 2 Hektar.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui channel Youtubenya, Kang Ujang mengaku, bahwa dirinya mendapat ilmu hikmah disaat dirinya belajar dari sosok guru spritual di Gerobogan, Purwodadi selama 7 tahun.

Selain sebagai ahli spritual, Kang Ujang Bustomi, juga memiliki latar belakang sebagai pebisnis. Beliau dikenal sebagai kontraktor dan Humas di salah satu perusahaan yang berasal dari Korea dan Jepang.

Selain, itu Kang Ujang juga memiliki beberapa lahan yang digarap menjadi tempat wisata di daerah Cirebon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *